Hari ke 251 'Anak'
Menjelang tanggal 23 Juli adalah hari anak Nasional, jika kita mengingat tentang anak-anak banyak cerita yang tak pernah habis, apalagi saya sebagai seorang guru TK, dalam keseharian saya selalu bertemu dengan anak-anak. Apalagi anak TK rata-rata usianya anatara 2 sampai 5 Tahun. Kegiatan paling menyenangkan adalah saat awal masuk, anak-anak masih belum bisa lepas dari orang tuanya, beberapa anak mulai bertangisan saat orangtua atau pengantarnya meninggalkan kelas, itu adalah sebuah perjuangan tapi menyenangkan. Yang pasti kerudung kita yang saat pagi hari kita pasang demikian bagus, saat itu sudah tidak karuan bentuknya. Mereka menangis meronta-ronta karena belum merasa nyaman bertemu dengan gurunya. Ada yang nangis hanya air mata saja berlinang, ada juga yang menangis sambil guling-guling dan terpaksa harus ditenangkan terlebih dahulu di ruangan lain. Kerja keras banget pokoknya. Tapi itu hanya berlangsung kurang lebih beberapa minggu saja, sesudah itu aman damai di dalam kelas.
Jika kita bicara tentang anak-anak, banyak yang kita bisa pelajari dari anak-anak. Kepolosannya, belum mengenal benci kepada teman, ingin tahunya banyak, semua ditanyakan dan tidak habis-habis energinya. Sifat dan karakternya tergantung pada orang dewasa yang ada di sekitar anak tersebut.
Pernah saat saya sedang dalam perjalanan, jam 10 malam saya lihat masih banyak anak-anak yang mengamen di lampu-lampu merah. Bagaimana dengan orang tuanya? Mereka adalah korban dari keadaan orang tuanya. Anak tidak bisa memilih dimana dan siapa orang tuanya saat dia dilahirnya. Ada anak yang sangat ditunggu kehadirannya, belum dilahirkan saja sudah disiapkan segala keperluannya laksana seorang putra raja, namun ada anak yang kelahirannya tidak diinginkan, bahkan ada yang dibunuh sebelum dia menikmati indahnya dunia.
Jika kita tanyakan mungkin seorang anak akan memilih dilahirkan di tempat atau dalam keadaan seperti putra raja, tidak ada anak yang memilih menjadi susah dalam kehidupannya. Tapi takdir berkata lain, tidak semua anak beruntung.
Saya teringat ada sebuah gambar yang membuat hati kita menjadi miris, beberapa anak dengan karung yang dibawa dan tidak beralas kaki berpapasan dengan anak-anak yang hendak ke sekolah memakai baju seragam dan bersepatu, pemandangan ini mungkin kita sering lihat sehari-hari.
Pendidikan anak tergantung dari orang tuanya, di dalam Al-Qur’an surat Luqman “Dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya : “Hai anakku, jangalah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan AllH adalah benar-benar kezaliman yang besar” (QS. Luqman : 13)
Ini adalah pendidikan yang pertama yang harus dilakukan orang tua terhadap anaknya yaitu tidak mempersekutukan Allah. Juga dalam surat Luqman yang lainnya yaitu Berbakti kepada kedua orang tuanya, mengajarkan bahwa setiap perbuatan aka nada balasannya, mendirikan sholat, amar ma’ruf nahi munkar juga tidak menyombongkan diri. Mulai ayat 13 sampai dengan 18 semuanya tentang pendidikan untuk anak.
Semoga kita sebagai orang tua memahami dan melaksanakan ayait tersebut dalam mendidik putra-putri kita sehingga anak kita akan menjadi anak yang membanggakan, dan dapat mendoakan jika kita sudah tidak ada lagi di dunia ini.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar