Menjaga Hati
Dari An Nu’man bin Basyir Ra. Nabi Muhammad Saw bersabda :
“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging, jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hatu (HR, Bukhari n0.52 dan Muslim no.1599)
Pada sebuah media online seorang motivator Jamil Azzaini mengumpamakan ada sebuah sangkar burung, di dalam sangkarnya ada seekor burung. Jika ditanyakan yang mahal yang mana burungnya atau sangkarnya, pasti dijawab adalah burungnya. Sangkar burung kita ibaratkan tubuh kita dan burung kita ibaratkan adalah hati kita. Burung yang harganya murah jika dimasukkan ke dalam sangkar yang murah maka orang tidak akan meliriknya, namun seekor burung dengan kicauan yang cukup bagus, serta bulu yang indah dan setiap orang yang melihat pasti akan tertarik untuk memiliki, jika di masukkan ke dalam keranjang bambu yang sederhana, pasti akan dihargai sesuai dengan bentuk dan kicauan burung tersebut.
Burung kita ibaratkan seperti diri kita, harga kita tergantung bagaimana diri kita, apalagi ada hati, yang menentukan bagaimana respon kita. Hati yang bersih memberikan ketenangan kepada manusia, semua orang senang karena dia adalah pribadi yang sangat baik. Baik dalam berkomunikasi, jujur terhadap semua orang dapat bekerjasama dengan siapapun dan selalu menghargai orang lain baik yang berilmu, pengalaman atau jabatannya dibawah dia, tidak berburuk sangka kepada orang lain. Selalu mempunyai respon yang positif, respon positif akan menjadi habit dan kebiasaan lama lama akan menjadi karakter yang sulit untuk di hilangkan.
Sebaliknya tanda hati yang kotor yaitu sering marah-marah tidak menentu terutama dalam hal pekerjaan, tidak menghargai pendapat dan masukan dari orang lain. Dengki apabila melihat orang lain lebih pintar, lebih kaya, lebih punya pengalaman. Tiba-tiba baperan, mudah uring-uringan, mudah tersinggung, selalu saja orang harus mengikuti apa katanya namun dia tidak mau mengikuti apa kata orang lain. Orang yang hatinya kotor sulit tidur dan istirahatnya berkurang, karena selalu memikirkan orang lain. Tidak mau disaingi.
Dalam kehidupan memang terkadang kita tidak menyadari apakah kita sudah menjaga hati dan memelihara hati ? padahal dari hadist diatas jelas bahwa jika hati kita baik maka baiklah seluruh jasad kita dan jika hati rusak maka rusak pula jasad kita. Hati yang berharga mahal jarang kita rawat hati dan dibersihkan.
Hati dalam islam memiliki kedudukan yang agung, sebab Allah Swt sangat memperhatikan hati setiap hambaNya. Untuk itu kaum muslimin harus menjaga dan melatih hati agar terhindar dari perbuatan dosa.
Hadist Rasulullah “Sesungguhnya seorang hamba jika melakukan perbuatan dosa maka akan bertambah titik dalam hatinya, jika ia menghilangkan dan memohon ampun dan diampuni, hatinya itu dibersihkan. Jika ia melakukan kesalahan lagi, bintik hitam itu akan ditambah sehingga bisa menutupi hatinya (HR. Ibnu Majah. Tirmidji)
Marilah kita perbaiki hati, bersihkan hati agar kemampuan leadership kita terasah dari masa ke masa. Dan akan semakin sukses serta hidup mulia dengan hati yang bersih. Semoga bermanfaat.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar