Navigasi Web
STOP INTOLERANSI !!!

STOP INTOLERANSI !!!

Hai Pernahkah kamu melihat tindakan intoleransi di lingkungan sekolah? tindakan intoleransi terkadang kita lakukan secara tidak sadar loh, karena itu kita perlu memahami apa arti dari intoleransi. Intoleransi adalah sikap atau tindakan diskriminatif terhadap kelompok tertentu dan berusaha menghalangi kelompok yang tidak disukai untuk mendapatkan hak-hak dasar yang sebetulnya dijamin oleh konstitusi. Indonesia itu beragam loh bukan hanya flora dan fauna ataupun kekayaan alamnya namun juga manusianya. Penduduk Indonesia terdiri dari manusia-manusia yang sangat beragam etnisnya, misalnya Simon dilahirkan di Papua dengan kulit gelap dan rambut keriting karena Tuhan menghendaki demikian. Bukan hanya etnis, Indonesia juga beragam agamanya, sukunya, golongan keagamaannya.

Apakah yang dimaksud dengan istilah kepercayaan?kepercayaan adalah istilah yang digunakan pemerintah untuk merujuk kepada sekitar 190 kepercayaan lokal yang dianut oleh lebih dari 10 juta masyarakat Indonesia yang tersebar di nusantara. Miris dan sedih rasanya masih banyak sekali praktik intoleransi yang dialami oleh sesama saudara kita yang bersuku berbeda, beragama berbeda, beretnis berbeda, bergolongan keagamaan berbeda, maupun mereka yang menganut kepercayaan lokal. Mereka yang menjadi korban intoleransi merasa dirugikan dan bahkan tidak jarang mengalami trauma psikis, padahal sekolah kan seharusnya menjadi tempat yang nyaman untuk belajar maupun mengajar.

Bagi siapapun dalam lingkup institusi pendidikan beberapa diantara bentuk intoleransi yang terjadi adalah seperti;

1. Tidak memberikan hak sarana belajar siswa karena perbedaan Sara dan kepercayaan.

2. Melarang pelaksanaan ibadah agama atau kepercayaan tertentu di lingkungan sekolah

3. Memaksa pemakaian seragam atau atribut khas agama Suku atau kepercayaan tertentu.

4. Menolak atau menghalangi pendaftaran siswa dan mahasiswa atau guru tenaga kependidikan dan dosen karena alasan perbedaan Sara dan kepercayaan

5. Menyiarkan dan mengajarkan kebencian terhadap Sara atau kepercayaan tertentu dalam membangun lingkungan sekolah yang toleran dan nyaman.

Kita semua tanpa terkecuali adalah pemeran utama, dengan bergotong-royong, kita bisa memastikan bahwa setiap satuan pendidikan dan anggotanya;

1. Tidak mengutamakan suku agama ras golongan keagamaan atau kepercayaa tentu dalam menerima hak dan kemudahan.

2. Memfasilitasi ibadah dan memberikan pelajaran agama dan kepercayaan sesuai dengan keyakinan peserta didik

3. Membiasakan sikap menghargai kepada mereka yang memilih memakai atau tidak memakai atribut Sara atau kepercayaan

4. 4. Membiasakan sikap menghargai mereka yang memilih atau tidak memilih untuk mengucapkan selamat atas perayaan hari besar agama atau kepercayaan tertentu

5. 5. Membiasakan sikap menghargai proses pencalonan maupun hasil pemilihan pemimpin dalam lingkup satuan pendidikan tanpa adanya sikap diskriminatif terhadap Sara atau kepercayaan tertentu

Banyak lo cara yang kita bisa lakukan untuk memupuk budaya toleransi di satuan pendidikan misalnya;

1. Buat ruang-ruang perjumpaan antar perbedaan di dalam atau luar sekolah

2. Menyuarakan cerita praktik Indah toleransi melalui berbagai media baik daring maupun luring

Nah keragaman atau kebhinekaan sangat mudah untuk kita lihat sehari-hari di sekitar kita, atribut keagamaan, warna kulit, bentuk rambut dan lain-lain. Namun melihat kesamaan atau ke-tunggal-ikaan membutuhkan sedikit upaya karena ia ada dalam Sanubari terdalam kita semua. Lalu apakah kesamaan diantara kita itu? jawabannya adalah kemanusiaan, kita semua manusia yang memiliki perasaan mencintai kebaikan dan membenci keburukan.

Hai semua agama dan kepercayaan juga mengajarkan bahwa setiap manusia pada dasarnya baik dan mencintai kebaikan. Keragaman adalah kekuatan, namun keragaman menjadi kekuatan hanya ketika ia harmonis. Ayo mari bergotong-royong mewujudkan Indonesia dan lingkungan pendidikan yang toleran demi ketentraman dan kemajuan bangsa kita dimulai dengan membuka diri untuk mengenal dan kemudian merangkul perbedaan kita Indonesia kita Bhinneka dan kita Tunggal Ika.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post