Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 2.2
Saya merefleksikan rangkaian kegiatan selama mendalami modul 2.2 dengan model Refleksi 4F (Fact, Feeling, Findings, dan Future).
Peristiwa (Fact)
Modul 2.2 ini fokus pada pembelajaran sosial emosional, pembelajaran yang dilaksanakan secara kolaboratif dengan seluruh warga sekolah. Dalam modul ini saya belajar tentang pembelajaran KSE (Kompetensi Sosial Emosional) yang harus dimiliki seorang guru dalam mewujudkan well being. Pengkajian modul 2.2 di LMS menggunakan alur m-e-r-d-e-k-a, diawali; 1) mulai dari diri, 2) eksplorasi konsep, 3) ruang kolaborasi, 4) demonstrasi kontekstual, 5) elaborasi pemahaman, 6) koneksi antar materi, dan 7) aksi nyata. Setelah mulai diri dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan pada LMS, selanjutnya mengikuti ruang eksplorasi konsep dengan belajar memahami 5 kasus di dalamnya. Setelah itu lanjut ruang kolaborasi 1 yaitu diskusi kelompok kecil yang telah dibagi masing-masing sesuai jenjang, ada TK, SD, dan SMP. Diskusi ini membangun pemahaman tentang KSE yang harus dimiliki seorang pendidik. Selanjutnya diskusi kelompok besar di ruang kolaborasi 2 dengan masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi, kemudian kelompok lain memberikan tanggapan, pertanyaan ataupun saran. Setelah ruang kolaborasi 2 selesai diakhiri dengan unggah tugas ruang kolaborasi. Setelah itu demonstrasi kontekstual dengan membuat RPP KSE, lalu lanjut elaborasi pemahaman, koneksi antar materi, aksi nyata dan penutup.
Perasaan (Feeling)
Selama belajar modul 2.2 tentang PSE, saya merasa sangat bahagia dan tercerahkan mendapatkan ilmu baru yang luar biasa. Ilmu tersebut tentunya akan saya terapkan untuk pribadi saya sebagai seorang pendidik yang berhadapan langsung dengan peserta didik yang berbeda-beda karakternya. Saat ini saya memahami bahwa pembelajaran sosial emosional tidak kalah penting dengan pembelajaran kognitif.
Pembelajaran (Findings)
Pembelajaran Sosial dan Emosional adalah pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif oleh seluruh komunitas sekolah yang memungkinkan anak dan pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah memperoleh dan menerapkan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif mengenai 5 Kompetensi Sosial dan Emosional. Hal yang sangat bermanfaat bagi guru pada pembelajaran sosial dan emosional yaitu memahami 5 kompetensi sosial dan emosional; 1) memahami, menghayati, dan mengelola emosi (kesadaran diri), 2) menetapkan dan mencapai tujuan positif (pengelolaan diri), 3) merasakan dan menunjukkan empati kepada orang lain (kesadaran sosial), 4) membangun dan mempertahankan hubungan yang positif (keterampilan berelasi), 5) membuat keputusan yang bertanggung jawab (pengambilan keputusan yang bertanggung jawab).
Seorang guru harus mampu mengendalikan emosinya pada situasi apapun dan dimanapun. Guru dituntut agar mempunyai kesadaran penuh (Mindfullness) untuk penguatan 5 kompetensi sosial dan emosionalnya. Selain itu guru harus bisa menciptakan lingkungan belajar yang tepat serta terkoordinasi untuk meningkatkan pembelajaran akademik, sosial, dan emosional semua murid, membangun kemitraan/kerjasama sekolah-keluarga-komunitas untuk membentuk lingkungan belajar dan pengalaman yang bercirikan hubungan/relasi yang saling mempercayai dan berkolaborasi, merancang kurikulum dan pembelajaran yang jelas dan bermakna, dan evaluasi secara berkala. Dengan kolaborasi dan gotong royong, keluarga, sekolah, dan komunitas bersama-sama mewujudkan pendidikan yang berkualitas untuk meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan psikologis murid-murid kita. Sedangkan PSE bagi murid adalah mereka dapat mengenali emosional masing-masing dan mampu berekspresi secara terbuka serta dapat mengendalikan perasaanya. Murid harus terbiasa bersosial terhadap situasi lingkungan, dan hal ini diharapkan menjadi semangat dalam belajarnya.
Penerapan (Future)
Umpan balik bagi saya adalah melaksanakan pembelajaran yang tidak hanya fokus pada pembelajaran kognitif tetapi juga pembelajaran sosial emosional dengan menerapkan pengajaran eksplisit, integrasi dalam praktek mengajar guru dan kurikulum akademik, penciptaan iklim kelas dan budaya sekolah serta penguatan KSE pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) di sekolah.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar