IIN SUPMAWATI

Anak kedua dari tiga bersaudara. Tinggal di Jember. Guru Penggerak Angkatan 3. Pengajar Praktik PGP Angkatan 9. Pengurus LDB dan KGBN Jember. Pelatih...

Selengkapnya
Navigasi Web

KONEKSI ANTAR MATERI 1.1, 1.2, 1.3, dan 1.4

KONEKSI ANTAR MATERI 1.1, 1.2, 1.3, dan 1.4

Pendidikan Guru Penggerak (PGP) merupakan program Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang memiliki durasi waktu cukup lama yaitu 9 bulan. Diharapkan Calon Guru Penggerak (CGP) setelah mengikuti PGP, dapat menjadi agen perubahan. Khususnya dengan membawa konsep paradigma baru dalam dunia pendidikan dasar dan menengah. Yaitu dapat menerapkan filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara di kelas, di sekolah, maupun di lingkungan pendidikan sekitar.

Menurut Ki Hajar Dewantara, tujuan pendidikan adalah menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi- tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Pendidik diibaratkan sebagai petani, yang dapat menuntun tumbuh atau hidupnya bibit unggul yang ditanam. Dengan cara memberi pupuk, membersihkan rumput pengganggu yang dapat menggangu tumbuhnya benih. Pendidik menuntun kekuatan kodrat yang ada pada anak, agar dapat diperbaiki perilakunya, sehingga dapat hidup dan tumbuh segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak.

Dalam proses "menuntun", anak diberi kebebasan namun pendidik sebagai "pamong" tetap memberi tuntunan dan arahan agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya. Seorang "pamong" dapat memberikan tuntunan agar anak dapat menemukan kemerdekaannya dalam belajar.

Hal tersebut demi terwujudnya "Profil Pelajar Pancasila". Yaitu Pelajar Indonesia yang memiliki nilai- nilai : Beriman dan bertaqwa Kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia, Mandiri, Bernalar Kritis, Berkebhinekaan Global, Bergotong royong dan Kreatif.

Untuk mencapai hal terebut diatas maka diharapkan peran dan nilai guru penggerak sebagai garda terdepan dalam melakukan transformasi pendidikan dapat berjalan maksimal. Adapun peran guru penggerak antara lain : 1. Menjadi pemimpin pembelajaran, 2. Menggerakkan komunitas praktisi, 3. Menjadi coach bagi guru lain, 4. Mendorong kolaborasi antar guru, 5. Mewujudkan kepemimpinan murid.

Sedangkan nilai- nilai Guru Penggerak antara lain : 1. Mandiri, 2. Reflektif, 3. Kolaboratif, 4. Inovatif, 5. Berpihak pada murid..

Dengan bermodalkan peran dan nilai tersebut maka guru penggerak diharapkan mampu untuk membuat visi yang menggambarkan tentang usaha mencapai Profil Pelajar Pancasila. Setelah visi dibuat, maka selanjutnya mengelaborasi visi tersebut dengan menggunakan model Inkuiri Apresiatif (IA) dengan lengkah- langkah BAGJA : 1. Buat pertanyaan utama, 2. Ambil Pelajaran, 3. Gali mimpi, 4. Jabarkan rencana, 5. Atur eksekusi.

Untuk dapat terlaksanaya visi tersebut dengan baik, maka sekolah memerlukan suasana yang kondusif, untuk itu diperlukan tumbuhnya budaya positif di sekolah. Disamping menumbuhkembangkan budaya positif yang selama ini telah ada seperti 5S, dipandang perlu untuk merintis budaya positif yang lain yaitu " Keyakinan Kelas ", yaitu sebuah kesepakatan bersama antara guru dan murid yang berisi beberapa aturan untuk membantu guru dan murid bekerja bersama membentuk kegiatan belajar mengajar yang efektif. Sehingga dunia berkualitas anak dapat terwujud.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post