Iin Roch Kadarwati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Kabar Malam Itu

#Tantangan gurusiana hari keenam

Kamis sekitar pukul delapan malam yang lalu tiba2 kutemui suamiku terpaku dengan mata berkaca-kaca. Ketika itu di rumahku sedang ada pertemuan ibu-ibu PKK. Aku yang kebetulan menjadi sekretaris tentunya menjadi pembawa acara dalam pertemuan itu, tak menyadari hal ini. Setelah merasa suguhan minuman atau snack yang kupersiapkan tak segera dikeluarkan, aku beranjak ke dalam ruang keluarga di rumahku.

Tampak olehku kedua anakku duduk berada di sebelah ayahnya juga tertunduk diam. Merasa ada yang aneh, aku lalu bertanya. Raka , anak lelakiku bilang bahwa Mbah Kakung masuk rumah sakit. Jlep. Serasa tertusuk hatiku mendengar kabar ini. Bapak mertuaku yang selalu tampak sehat , kuat dan enerjik tiba-tiba harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami sesak nafas hebat dan pingsan. Mertuaku ini memang luarbiasa, meski perokok berat , beliau tetap terlihat sehat dan tak pernah merasakan sakit. Entahlah, itu hanya pura-pura di depan anak-anaknya atau memang benar sehat. Tapi kemungkinan juga karena bapak orang yang selalu bergerak, beliau tak mau berpangku tangan. Beliau selalu mencari kesibukan padahal usianya sudah nyaris berkepala delapan.

Segera sesaat setelah menenangkan suamiku, aku kembali ke pertemuan lagi. Berharap pertemuan akan segera usai aku melanjutkan membawakan acara pertemuan. Setelah ditutup dengan doa bersama pertemuan selesai. Aku bersama suami dan dibantu kedua anakku membersihkan rumahku. Lalu kami berdiskusi sebentar. Dengan pertimbangan sudah malam dan anak-anak masih ada kegiatan penting dikampus masing-masing, maka suami memutuskan pulang sendiri terlebih dahulu. Aku dan anak-anak akan menyusul keesokan harinya.

Sekarang ini, aku dan anak-anakku telah sampai di Rumah Sakit Islam Klaten, tempat bapak mertua dirawat. Kami hanya diperbolehkan masuk satu persatu untuk menjenguknya.

Ternyata bapak mertuaku dinyatakan sakit jantung koroner karena pembuluh dalam jantungnya tersumbat. Jlep. Sekali lagi serasa sebilah pedang menancap di jantungku. Berarti selama ini beliau menahan sakit di depan kami. Ya Allah... Selamatkan bapak kami. Berilah kesembuhan padanya. Karena kami masih ingin terus membahagiakan hidupnya. Berbakti padanya. Aamiin.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Semoga bapak mertua cepat sembuh Bund. Sukses selalu dan barakallahu fiik

07 Mar
Balas

Aamiin.... Makasih Bu.

07 Mar



search

New Post