Alhamdulillah..., Menjadi Ibu Guru yang Ceria
Alhamdulillah..., Menjadi Ibu Guru yang Ceria
Menjadi guru adalah tugas yang sangat mulia dan menyenangkan. Tugas guru selain mendidik juga membimbing siswa. Berbagai cerita ditemui setiap hari, dari yang menyenangkan, lucu, dan menjengkelkan.
Bertemu dengan siswa yang beraneka karakter dan lugu sangat menyenangkan. Saya merekam cerita yang mengandung humor bersama siswa. Cerita – cerita yang mengandung humor tetapi mengandung pesan moral mendidik terangkum dalam cerita ini.
Cerita 1: Murid Proaktif
Tes lisan IPA Terapan dimulai jam ke 8 (13.00 WIB) s.d jam ke 10 (15.15 WIB) di sebuah kelas besar berisi 36 siswa. Wow, ini mendekati jam terakhir pembelajaran, konsentrasi siswa sudah 5 watt.
Saya berusaha saja selalu semangat dan ceria. Agar suasana kelas tetap semangat, saya harus terlihat senang saat masuk kelas. Saya lihat melihat siswa semangat membaca buku catatan untuk mendapatkan nilai terbaik.
Setelah guru menginformasikan teknis ulangan. Satu persatu murid dipanggil untuk giliran maju menerima pertanyaan tes lisan.
Tepat giliran Ira, urutan 29.
GURU : “IRA MAYA S.”.
Ira : “siap bu”. Ira langsung bergegas ke depan menuju meja guru
GURU :” eeehmmm”.
Ira : “ saya tahu jawabannya , bu. Saya sudah belajar”. “ ..... adalah kecenderungan zat cair untuk menegang sehingga....”
GURU : “ Sebentar – sebentar.... kamu kok sudah menjawab?, Ibu lho belum bacakan soalnya”.
Ira : “Iya bu saya kan murid proaktif, bu. Saya menjawab dulu nanti ibu yang menentukan, tepatnya jawaban saya ini untuk soal yang mana”.
GURU : “ haaahhhh” baiklah, baiklah. Guru sambil meng angguk – anggukan kepala.
Cerita 2: Murid Pasif vs. Guru Spaneng
Pagi – pagi ibu guru repot menyiapkan sarapan di rumah. Tambah lagi semalaman lembur upload nilai pada e –raport. Bagaimanapun kondisinya ibu guru berusaha bekerja profesional untuk siap berangkat ke sekolah tidak terlambat. Apapun dihempas demi tidak terlambat, sampai – sampai lupa merias diri.
Karena mulai pagi dituntut rutinitas yang serba cepat, ibu guru juga manusia, bisa spaneng (tegang dan kehilangan konsentrasi).
Ketikaibu guru masuk kelas, waktunya tes lsan di kelas X jurusan tata boga. Guru memanggil satu per satu siswa untuk diberi pertnyaan secara lisan.
GURU : “ ETA P”
ETA : “ iya bu”. Eta sambil tertawa cengengesan.
GURU : “ Eta, duduk”
ETA : “ hehehehe”. sambil senyum - senyum”
GURU : “ Ayo Eta di jawab, Jangan senyum – senyum aja. Apa tadi jawabannya?”
ETA : “ Lho... soalnya apa bu? “
GURU : “Lhoh, Ibu tadi belum bacakan soal ya?”
ETA : “belum bu”
GURU : “ oohhhg...”. Guru sambil tepuk jidad.
Cerita 3: Rugi Marah
Pagi – pagi masih jam pertama pembelajaran Ibu Guru keliling kelas karena piket. Ibu guru menemui 3 siswa yang berada di dalam kelas.
GURU : “ Kalian bertiga ini, pagi- pagi saatnya olahraga malah tidur – riduran, gimana mau sehat?. Anak muda harus semangat, agar bangsa Indonesia ini maju. Lihat teman2 kalian... ayo turun dan ke lapangan” guru sambil ngomel
Johan : “ Saya lupa nggak bawa baju olahraga bu, karena tadi buru -buru”
Alex : “ Saya sakit perut bu, diare, bolak balik ke kamar mandi. Adduuuh...”
Rizal : “ saya kecape’an bu, habis pertandingan futsal tadi malam”
GURU : “ Alasan segala macam, pokoknya harus turun, tidak boleh di kelas, melihat saja tidak apa-apa. Lihat tuh teman – temanmu pada semangat olahraga”
Ternyata marahnya Ibu guru di pagi hari membuat tidak mood sepanjang siang.
Saat rapat guru tidak nyambung dengan pertanyaan KS.
KS : standar proses itu berisi apa saja?
GURU : lupa. Suara sunyi senyap, tidak ada interaksi.
Ekstrakurikuler barista berakhir tepat pukul 17.10. Guru melihat Alex sedang siap-siap pulang.
GURU : “Alex pagi tadi kamu sakit, sekarang segar sekali”
Aldi : “ kemaren Alex saya ajak makan mie, saya kasi banyak sambalnya... akhirnya sakit perut”
Alex : “hehehe...”
GURU : “ Kok nggak bilang tadi pagi, rugi dong ibu marah sama kamu”
Alex : “duh ibu jiwa wirausahanya tinggi banget” masak ada rugi laba juga klo marah
GURU : “iya” sambil pegang kepala...
Menjadi guru sangat menyenangkan, bertemu dengan siswa dengan berbagai keunikannya. Hidup tidak pernah sepi dan satu lagi, selalu semangat.
Bagagialah engkau guru,....
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar