Lelah menjamu
By : Ihdassadri, S.Ag
Melangkah di batu cadas
Perih luka berdarah
Tak hirau teriknya panas
Ujung kaki lanjutkan langkah
Ku tau...
Tak selamanya jalan itu mulus
Adakalanya lobang menjerumus
Ada pecahan batu runcing menghunus
Aspal beton menggelegak panas
Angin topan ikut menguras
Hujan badai menghempas
Bak gelombang pasang mengganas
Kuingin setegar batu karang
Meski diterjang
Tak pernah surut berpantang
Ku cemburu pada pasir
Meski dihempas
Tetap saja tersenyum manis
Ternyata lelah menjamuku
Hidangkan perih bertalu
Suguhkan kesal mendayu
Tak ada bujuk rayu
Semua kaku membeku
Dalam diam membatu
#5/10/21#$ebuahcatatanpilu#
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar