Childfree
Menikah dan memiliki anak adalah hal yang lumrah dan menjadi pilihan hidup hampir semua orang di dunia.Meskipun banyak orangtua yang hanya siap memiliki anak tapi tidak mampu menjadi orangtua yang baik dan melaksanakan kewajibannya sebagai orangtua.
Berapa banyak anak-anak yang terlantar, putus sekolah dan hidup menggelandang di jalanan akibat ketidak siapan orangtua membiayai hidup anaknya.Berapa banyak anak-anak yang nakal dan tidak bermoral akibat ketidak mampuan orangtua mendidik anaknya.
Berkaca dari kasus-kasus tersebut ada banyak kaum milenial yang akhir-akhir ini memilih kehidupan tanpa anak atau childfree
Istilah childfree mungkin masih asing dan masih menjadi stigma di Indonesia. Namun,di negara-negara maju istilah ini bukan menjadi hal yang asing terdengar. Masyarakat negara maju lebih senang memiliki atau memelihara hewan dibandingkan memiliki anak.
Saya pernah ngobrol dengan milenial yang memilih hidup tanpa anak.Ternyata ada beberapa alasan mengapa sebagian milenial memilih childfree diantaranya:
Ketidak siapan mengandung karena ritme kerja yang padat. Selain itu persiapan biaya pendidikan, baik pendidikan secara akademik dan non akademik harus dipikirkan.
Ketika memiliki anak, akan banyak energi yang harus dikorbankan pada saat melahirkan hal yang dibutuhkan anak adalah ASI sehingga terdapat peraturan di setiap instansi berupa cuti melahirkan. Hal itu berdampak pada produktivitas dalam mencari nafkah.
Tidak berhenti sampai di situ, seiring berjalannya waktu, anak juga perlu diajarkan cara berjalan, cara berbicara, cara tata krama, dan masih banyak lagi Bagi penganut childfree, hal itu berat untuk dijalankan dan bisa menjadi beban..Maka dari itu daripada tidak mampu menjadi orangtua yang baik dan bertanggung jawab lebih baik hidup tanpa anak.
Memiliki anak memang berat perlu kesiapan mental dan biaya yang tidak sedikit.Tapi sejatinya anak jangan dijadikan beban, jadikan anak sebagai motivasi untuk orangtua agar dapat bekerja lebih keras dan giat. Sehingga, anak bisa mendapatkan masa depan yang lebih baik tidak hanya untuk keluarga tetapi juga bangsa dan negara.***
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar