NABASTALA MERINDU
NABASTALA MERINDU
Oleh. Thanil Abu
Tagur siana ke - 542 H - 177
Haiku ke - 87
431
Biru warnamu
Di langit pesonamu
Indah ronamu
432
Kutatap mega
Terukir indah jelaga
Pancaran surga
433
Warna jingga
Astu rasa bangga
Terdayu raga
434
Rindu bertemu
Kangen jiwa meramu
Bayang semu
435
Ria nabastala
Semburat bianglala
Rindu nirmala
#parigimoutong#
#thanilabu#
#01072022#
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Kembali kubaca setelah lama menghilang, puisi nan keren dan kusuka.
Alhamdulillaah, keren puisinya, sehat dan sukses selalu Pak Thanil
Kala nabastala merindu maka alam pun takjub mendukung rindu yang syahdu. Pokoknya saya yes.
Puisi indah yang mengugah rasa dan rindu
Rindu yang pekat , hingga bumi terlekat. Mantap, Pak Tanil. Salam sehat dan sukses selalu.
Nabastala merindu, aku dapat kata baru..Keren Pak Thanil, salam sukses selalu.
Haiku yang selalu indah dan memesona pak Abu, semoga semakin suskses selalu
mantap keren cadas... haiku keren menewen... salam literasi sehat sukses selalu saudaraku pak Thanil bersama keluarga tercinta
Selalu kagim dengan diksi puisi pak Hustanil. Salam sehat dan sukses selalu.
Haiku dengan diksi yang selalu memukau. Sehat dan sukses saudaraku pak Hustanil