Stop Alat Makan Sekali Pakai
Sampah plastik merupakan salah satu limbah yang paling berbahaya dan baru dapat terurai pada ratusan tahun, satu di antaranya adalah sampah mikroplastik yang dapat berbahaya karena dapat menyusup ke tubuh manusia melalui alat makan dan minum yang digunakan sehari-hari.
Minggu, 26 Januari 2025 Komunitas Nol Sampah Surabaya menghelat Aksi Kampanye Stop Alat Makan Sekali Pakai dan Makan Dihabiskan. Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Bulan Zero Waste ini dimulai pukul 06.00 WIB di Car Free Day (CFD) Taman Bungkul Jalan Darmo Kecamatan Wonokromo Surabaya.
Tampak Hermawan Some dan Hani dari Komunitas Nol Sampah beserta tim telah bersiap dengan poster-poster bertema menjaga bumi dari sampah satu kali pakai. ”Ini merupakan aksi minggu kedua. Aksi pertama pada Minggu 19/01/2025 dan aksi kedua adalah sekarang ini. Total semuanya ada 20 lembaga dengan rincian sepuluh dari Sekolah Dasar dan sepuluh dari Sekolah Menengah Pertama, “tutur Hani.” Masing-masing sekolah diwakili lima siswa dan dua guru pendamping.
Tiap sekolah didampingi satu pendamping dari Nol Sampah. Kegiatan dimulai dengan aksi guru dan siswa mengedukasi pengunjung yang sedang berjalan atau duduk dan tidak keberatan kresek makanan dan minuman ditukar dengan tas belanja ramah lingkungan dengan tulisan reuse-reduce Solusi efektif Atasi masalah sampah. Dengan cara mengedukasi sederhana yang intinya menyampaikan ke pengunjung bahwa kantong plastik tidak ramah lngkungan. Belanja hendaknya memakai tas yang dapat dipakai berulang kali dan tidak berbahan dasar plastik.
Semua Guru dan siswa menyebar sepanjang Car Free Day. Tampak bersemangat Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup SDN Kapasari I yaitu Bryan Muhammad Adam dan Stefani Octavia Ester bersama tiga temannya didampingi Fitri Widiawati dan Ernayanti sedang mengedukasi pengunjung dengan sopan. “Bu, permisi apakah kreseknya bisa saya tukar dengan tas belanja yang cantik dan gratis serta sangat bersahabat dengan lingkungan?” tutur Bryan kepada pengunjung yang membawa makanan kuliner Taman Bungkul.
Pukul 08.30 WIB semua berkumpul di titik kumpul di sebelah kiri Taman Bungkul dan mengumpulkan kantong plastik yang didapat. Aksi selanjutnya yaitu menukar alat makan minum sekali pakai dengan sendok, garpu, dan sedotan bahan aluminium. Hermawan menjelaskan peran guru dan siswa sebagai bagian dari masyarakat sangat penting dalam upaya mengatasi masalah sampah plastik. Kampanye ini mengajak warga untuk mengurangi pemakaian alat makan sekali pakai. “Saya siap meneruskan edukasi dan mengajak semua warga SDN Kapasari 1/292 untuk memakai alat makan minum yang ramah lingkungan, utamanya saat pembiasaan Jumat Sehat,”terang Ernayanti selaku pendamping Pangput Kapasari I.





Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar