Belanja On Line saja Bu Guru
Pagi itu, selesai berdoa seperti biasa anak-anak didik di Kelas I sibuk mempersiapkan alat-alat tulis yang masih di dalam tas. Sejenak ku biarkan mereka dengan kesibukannya. Setelah terlihat mulai tenang...
" Anak-anak, pagi ini kita akan berbagi cerita. Siapa yang mau berbagi cerita pagi ini?" Tanyaku pada mereka.
" Cerita apa bu guru?" Tanya Amel. Amel ini di kelas sangat gemar berbicara dan suka protes jika ada yang kurang berkenan menurutnya.
" Kita akan dengarkan teman kita bercerita tentang pengalaman berbelanja bersama mama." Jawabku.
"O..ho....., itu pengalaman yang enak bu guru." kata Esron.
" Oh ya, Esron. Coba ceritakan di depan kelas." pintaku padanya.
Majulah Esron ke depan kelas. Mulailah ia menceritakan pengalamannya.
" Tapi bu, aku tidak berbelanja bersama mama. Mamaku kan sudah meninggal. Aku berbelanja bersama ayah bu.Boleh kan?" Tanyanya sedikit ragu.
" Tidak apa-apa bang Esron.Ayolah ceritakan pengalaman berbelanja bersama ayah." pintaku segera.
" Teman-teman, aku pernah ikut belanja bersama ayah. Aku berbelanja ke pajak ( pajak bagi orang sumatera sebutan untuk pasar). Waktu itu ayahku membeli kuali karena kuali kami sudah bocor. berat sekali bawaan belanja kami. Cuma waktu itu aku senang sekali, karena ayahku membelikan aku es krim. katanya karena aku sudah membantu membawa belanjaannya." kata Esron mengakhiri ceritanya.
Untuk membuatnya bangga ku minta teman-temannya bertepuk tangan.
"Ayo, siapa lagi yang mau berbagi cerita tentang pengalaman berbelanja ke pasar? " tanyaku pada anak-anak.
" Di Pajak nggak enak bu, bau ikan. Aku tidak mau lagi ikutan sama mama." Kata Ami.
" Kenapa begitu nak, bukankah mama perlu bantuan ketika belanjaannya berat?" tanyaku.
" Sudah ada kakak saya bu guru, enakan di rumah. " jawabnya enteng.
" Saya pernah bu, ikut belanja mama ke mall. Enak, wangi, dingin lagi. Terus ada time zonenya juga bu. Enak lah pokoknya." Kata Hakim.
Semakin banyaklah komentar anak-anak didikku tentang pengalaman mereka berbelanja bersama orang tuanya.
Tiba- tiba, Giesel tunjuk tangan dan bertanya padaku....
" Bu guru, tapi enakan belanja On line kan bu?" Tanyanya.
" Apa itu belanja On line Nak?" selidikku pada Giesel.
" Itu loh bu, mamaku kalau belanja pakaian. Mamaku pegang HP, lalu setelah itu datang pakainnya. " Jawab Giesel.
" Berapa lama datang pakaiannya nak?" Tanyaku.
" Kurang ingat bu guru. Tapi mama tidak pernah lagi ke Pajak kalau mau beli pakaian. Kan nggak capek, Nggak bau. Bajunya cantik lagi kata mama." Senyumnya menampakkan giginya yang belum rapih...
Ya, belanja On line. Anak-anak "Generasi Z" sekarang ini lebih famliar dengan teknologi. Tanpa faham benar makna sebuah "pertemuan langsung." Bagi mereka kemudahan adalah hal yang harus dinikmati tanpa beban.
PR besar bagi kita para guru menjadikan teknologi digital sebagai media yang dapat memudahkan akses kehidupan tanpa harus kehilangan nilai-nilai kedekatan.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Mantap buk. Cara mengajar yang aktif. Semoga tulisannya makin menginspirasi.
terima kasih ibu N. Supriati. Salam kenal kembali
Terima kasih Pak Taufiq. Anda bagian dari teman guru yang menginspirasi saya ... Semoga Allah SWT,Tuhan YME terus mengumpulkan guruguru yang saling menularkan kebaikan.
Tulisan yang menarik dan inspiratif. Salam kenal dari saya.