Pengawas Ujian
Usai salat zuhur di teras musala, kanak-kanak masih asyik bercanda ria. Mereka saling ejek dan bercoteh sekenanya sambil memakai kaos kaki. Tawa mereka lepas melukiskan kegembiraan sejati. Tak menyiratkan kesedihan dan kemuraman. Khas ceria bahagia kanak-kanak. Sejurus kemudian, terdengar celetuk di antara kanak-kanak itu.
"Pak, nanti jaga ruang berapa?", tanya seorang kanak-kanak yang kecil sedikit dekil kepada gurunya.
"Ruang berapa, ya. InsyaAllah kalau gak ruang empat ya tiga. Ada apa to?"
Mendapatkan jawaban seperti itu, tampak raut wajah si kanak-kanak terlihat sumringah.Sementara kanak-kanak yang lain mengdorong-dorong bahu dan badannya. Terdengar lirih, "Alhamdulillah.." ditimpali tawa kanak-kanak yang lain
"Takut ya..., saya jaga?", ujar Pak guru itu
Pecah seketika tawa kanak-kanak yang lain mendengar pertanyaan Sang guru yang penuh selidik.
Sang guru pergi meninggalkan mereka yang masih sibuk memakai kaos kaki dan sepatu. Dalam hatinya berkata, " Benar juga, ternyata pengawas ruang menentukan prestasi".
Dan masih terdengar tawa mereka dan liris suara, "Amankan, bukan Pak Ja'far yang jaga."
Tasmad, 051020
#kangenmurid
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar