Jeli Menyikapi Kecerdasan Siswa
(Tantangan hari ke-34)
#TantanganGurusiana
Membangun dan membentuk karakter peserta didik tidak melulu harus menjawab soal-soal maupun latihan dan penugasan. Banyak cara yang dapat dilakukan, diantaranya dengan menggali kecerdasan majemuk yang terdapat dalam diri anak, diantaranya kemampuan dalam bidang olahraga maupun ketangkasan.
Kecerdasan didefinisikan sebagai kemampuan belajar dari pengalaman dan ilmu untuk beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan. Tolak ukur kecerdasan tidak hanya dinilai dari kecakapan logikanya ataupun akademik, tetapi juga bisa dari kemampuan lainnya.
Kemampuan itu disebut sebagai kecerdasan majemuk. Teori kecerdasan majemuk pertama kali dikemukakan oleh Howard Gardner, profesor dan psikolog dari Universitas Harvard, dalam bukunya yang berjudul Frames of Mind: The Theory of Multiple Intelligences.
Gardner mengemukakan bahwa setiap manusia memiliki sembilan kecerdasan. Diantaranya kecerdasan kinestetik-jasmani. Kecerdasan ini melibatkan kemampuan dalam koordinasi anggota tubuh dan keseimbangan.
Menyikapi hal tersebut, SD Islam At-Taubah, Pulomas, Jakarta Timur, rutin mengikutsertakan siswanya dalam setiap ajang perlombaan maupun unjuk kemampuan. Menang ataupun kalah bukan lagi menjadi tujuan semata, tapi justru melatih mental siswa bagaimana agar mampu belajar dari tiap pertandingan dan mengevaluasi diri dari setiap kekalahan.
Kalah bukan berarti lemah begitu pun jika menang bukan berarti akan unggul selamanya, tapi yang terpenting bagaimana belajar dan terus belajar dari setiap hasil dan evaluasi perlombaan.
Belum lama ini, ekstrakurikuler futsal pun ikut andil menambah trophy kejuaraan untuk SD Islam At-Taubah, Pulomas, Jakarta Timur.
Juara ke-2 tingkat wilayah dalam event "Milo Football Competition 2020" yang terselenggara atas rekomendasi dari Dinas Pendidikan Dasar Kementrian Pendidikan Indonesia.
Karena prestasi tersebut maka SD Islam At-Taubah berhak mewakili DKI Jakarta dalam kejuaraan tingkat nasional yang akan diselenggarakan pada tanggal 29 Februari- 1 Maret 2020.
***
Dalam kesempatan ini, turut hadir pula pemain sepak bola nasional yang berdarah Gorontalo, Firman Utina yang berposisi sebagai gelandang tengah pada tim Sriwijaya FC.
Semoga kelak para siswa ini mampu mengikuti jejak para pemain sepak bola favoritnya. Terus berikan motivasi, bangkitkan rasa percaya diri dan yakinkan dalam jiwa siswa bahwa mereka memiliki kecerdasan tersendiri dan pasti bisa jika mau berlatih dengan gigih!
Peran serta aktif dan dukungan dari orang tua murid, komite sekolah, serta guru menjadi motivasi yang sangat luar biasa bagi siswa.
***
Jakarta, 17 Februari 2020
#TantanganGurusiana

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar