Hj. Yuhaeni. M.Pd

Terlahir dengan nama Yuhaeni, nama panggilan Yuhai.Lahir di Depok tanggal 29 Januari .puteri ke-3 dari Bapak H.M.Yunus dan ibu Hj.Siti Asiah ( Almarhumah). Pern...

Selengkapnya
Navigasi Web
Kembali Kepada- Nya

Kembali Kepada- Nya

Kembali Kepada-Nya

Malam menjelang, aku membaringkan tubuhku yang lelah setelah seharian mengajar. Udara dingin dari AC kamarku, sangat menyegarkan badanku. Ketika bola mataku mulai redup...Tiba- tiba aku tersentak mendengar bunyi telepon, setelahku angkat ternyata ada kabar yang menyedihkan dari sahabat lamaku bernama Dewi. Dewi mengabarkan bahwa Nanik sedang sakit keras dan kita harus menjenguknya esok pagi ke rumahnya . Setelah menutup teleponnya, Dewi mengirimkan foto Nanik yang sedang terbujur lemas dan badannya kurus kering berbaring di tempat tidur.

Malam ini aku tidak dapat memejamkan mata sedikitpun, ingatanku selalu fokus dengan foto Nanik yang sedang terbujur lemas. air mataku bercucuran sambil memandang foto Nanik di hpku. Tubuh Nanik sangat kurus, raut wajahnya sangat terlihat tua, padahal usia Nanik sama dengan aku. Tulang pipinya sangat menonjol sehingga terlihat bola matanya semakin membesar. Pergelangan tangan, lengannya tinggal tulang yang dibungkus kulit. Begitupun tubuhnya hanya tinggal tulang belulang.Aku menangis memandangi foto itu.

Pikiranku melayang teringat ke masa lalu tahun 1991. Ketika kami berempat Aku, Nanik, Dewi dan Santi bersahabat sebagai guru- guru muda yang mengabdi dan berkarya di yayasan pendidikan swasta.

Temanku yang bertiga itu merupakan pendatang dari desa yang merantau memperjuangkan nasibnya sebagai guru honorer di Kota Depok. Bagaimana perjuangan mereka yang dari nol, mengadu nasibnya sebagai guru honorer? Tak bisa lepas dalam ingatanku.Mereka tinggal di kontrakan masing - masing dengan hidup sederhana. Gaji mereka sangat cukup untuk menghidupi dirinya sendiri , yaitu membayar kontrakkan rumah, dan untuk makan serta mereka masih bisa menyisihkan uang untuk ditabung. Berbeda dengan aku yang penduduk asli Depok. Aku masih tinggal dengan orang tuaku dan rumahku tidak jauh dengan tempat mengajarku.

Aku, Dewi, Nanik dan Santi merupakan sahabat yang tak terpisahkan. Kami berjuang dari Nol hingga akhirnya, kami menjalani hidup yang sangat berkecukupan.Di usia muda yang berkarya, kami sudah memiliki rumah dan kendaraan sendiri.

Tahun 2005 , alhamdulillah ...Dewi fortuna ada di pihakku. Setelah ber tahun- tahun aku mengikuti Tes PNS , akhirnya di Tes yang ke tiga belas kali , aku bisa lulus dan diterima menjadi PNS.

Ada rasa bahagia, bersyukur, karena diterima sebagai guru PNS di Dki Jakarta dan ada rasa sedih karena harus berpisah dengan tiga sahabat terbaikku. Aku pun mau tak mau harus berhenti mengajar di sekolah yang penuh dengan kenangan, aku pindah ke DKI Jakarta.

Walaupun kami terpisah jauh, tapi hati kami selalu dekat, karena ada hp yang selalu membuat kami dekat. Kadang kesibukkan masing- masing, membuat kami jarang berhubungan lagi.

Tak lama terdengar , ada berita baik dari teman- temanku. Dewi ternyata sudah diangkat menjadi PNS di wilayah Depok . Santi diterima menjadi PNS di wilayah Bogor, Sedangkan Nanik diangkat menjadi Guru tetap di sekolahnya.

Tak terasa ternyata hari sudah menjelang pagi,suara azan subuh berkumandang di mesjid- mesjid sekitar rumahku. Aku bergegas shalat subuh dan mandi pagi.Tak Sabar aku ingin menjenguk Nanik yang sedang sakit parah itu.

Terdengar bunyi telepon dari Dewi sahabatku. Dewi berkata kepadaku " Jadikan pagi ini kita menjenguk Nanik? Oh..iya..Santi akan ikut juga dengan kita." Kami bertiga janjian berangkat menjenguk ke rumah Nanik. Kami pun berangkat dengan motor menuju rumah Nanik.

Berbagai perasaan berkecamuk di dadaku, membayangkan nanti aku bertemu dengan Nanik. Nanik yang dulu begitu sehat , bugar dan cantik tapi sekarang, kondisinya tentunya sangat memprihatinkan.

Sesampai kami di rumah Nanik, ternyata rumahnya kosong . Ibu tetangga sebelah bicara kepadaku , " Yaah ...Mba Nanik baru saja di bawa ke RS Fatmawati oleh keluargannya." Perasaanku sangat sedih, penasaran dan bercampur aduk tidak karuan. Dalam hatiku bertekad, pokoknya aku dan teman - teman harus bertemu dengan Nanik hari ini juga.

Akhirnya kami bertiga bermusyawarah, bagaimana cara terbaik yang akan kita lakukan.Akhirnya Dewi berinisitif menghubungi dulu pihak keluarga Nanik, Bagaimana keadaan Nanik di RS Fatmawati saat ini. Akhirnya kita diperbolehkan video call dengan Nanik..

Air mataku bercucuran saat video call dengan Nanik. Kami hanya bisa berpandang - pandangan karena ternyata Nanik sudah tidak bisa berkata- kata lagi ,akibat penyakit yang dideritanya. Terlihat jelas wajah Nanik ketika video call denganku. Dia hanya memandangiku tapi tidak memahami pembicaaanku.

Tak membutuhkan waktu lama lagi, Aku, Dewi dan Santi langsung menuju RS. Fatmawati dengan menggunakan ojol. Sepanjang jalan menuju RS Fatmawati hujan turun dengan derasnya. Sederas perasaanku, gundahku, keinginanku bertemu dengan sahabat lamaku Nanik.

Setelah tiba ,kami langsung menuju ruang ICU." Maaf bu, masuk ke ruang ICU nya hanya boleh seorang saja ya bu, bergantian " Satpam berkata kepadaku. Tanpa pikir panjang, akhirnya aku masuk duluan ke ruang ICU.

Hatiku hancur berkeping- keping.Perasaanku berkecamuk, melihat langsung kondisi Nanik.Ya Allah ,angkatlah penyakit sahabatku ini, Ya Allah " pintaku.

Aku mengucapkan salam, " Assalammualaikum , Nanik "Nanik menjawab salamku dengan mengerakkan bibirnya tanpa suara. " Nanik, masih ingat tidak dengan Aku ?" Nanik hanya bisa menganggukan kepala saja, senyum dengan mengangkat sedikit bibirnya.

Waktu menjenguk hampir habis, sebelum pamit dengan Nanik, aku cium pipi dan kening Nanik.Terlihat sedikit rona bahagia diwajahnya, karena dijengkuk oleh ku. Akhirnya tiba giliran temanku yang masuk ruang ICU selanjutnya.

Setelah merasa puas telah menjenguk Nanik, akhirnya kami pulang dengan mengunakan ojol.Di persimpangan jalan kami berpisah ke rumah tujuan masing- masing.

Alhamdulillah, malam menjelang, aku menerima informasi dari rumah sakit. Nanik mulai timbul semangat untuk sehat. Nanik mulai minta makan ayam goreng dan buah semangka. Aku pun sangat gembira mendengar berita yang sangat bagus itu.Tak Lupa aku selalu berdoa untuk kesembuhan sahabatku ini .

Hari berikutnya tepatnya pukul 17 00 wib, aku mendengar kabar yang menyedih , Nanik sahabatku sudah tak sadarkan diri, ternyata koma . aku menangis , betapa sedihnya hatiku,bagai disayat sembilu.

Menjelang magrib aku berwudhu kemudian shalat sambil meneteskan air mata, setelah shalat kuberdoa., " Ya Allah, angkatlah penyakit sahabatku, ampunillah dosanya, berilah jalan terbaik baginya!" Tak lama setelah itu, Aku mendapat kabar dari Dewi bahwa Nanik telah pulang ke Rahmatullah dengan tenang di RS. Fatmawati. Air mataku bercucuran melepas sahabatku tercinta kembali ke haribaan-Nya.

Pinta terakhir almarhumah, beliau minta dimakamkan di kampung halamannya, Jawa Tengah.Malam itu juga setelah dimandikan dan dishalatkan, almarhumah diberangkatkan ke rumah duka, di kampung halamannya. Selamat jalan sahabatku tercinta, semoga Husnul khotimah, Aamiin YRA.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Alhamdulillah...akhirnya bisa juga di share di gurusiana.....susah kali masuknya

02 Feb
Balas

Inna Lillahi Wa inna illahi roziun

19 Mar
Balas



search

New Post