Malam Hari di Seputar Kota Cirebon
Waktu menunjukkan pukul 19.30 , tugas menulis belum juga dapat diselesaikan. Rasa kurang percaya diri dan merasa tidak ada yang perlu ditulis menjadi kendala utama bagi saya. Akhirnya mencoba untuk mencari ide saya keluar rumah berniat untuk keliling kota sambil mencari kuliner malam di sekitaran kota Cirebon.
Berjalan pelan sepeda motor kupacu melewati Jalan Pekalipan dimana deretan toko yang sudah tutup berganti penjaja kuliner aneka macam makanan dengan daya tarik tulisan dan lampu hias yang menarik. Saya masih belum mau berhenti terus kupacu menuju arah jalan Lawang Gada menuju arah Kesambi, bukan semakin sepi malah semakin banyak jejeran kuliner yang tersaji menyapa setiap calon pembeli yang lewat. Deretan mobil yang berhenti maupun sepeda motor lalu lalang selalu ramai datang maupun pergi.
Keputusan akhirnya aku belokkan sepeda motorku ke sebuah supermarket di daerah Kesambi. Walau pada awalnya tidak ada niat namun akhirnya ingat juga untuk membeli sesuatu. Badan terasa masuk angin sejak masuk ruang pelatihan dengan terpaan udara AC yang sangat dingin dengan posisi yang pas mengarahku. Saya mencari obat herbal masuk angin untuk menghilangkan perasaan kembung dan kurang enak badan.
Ketika akan menuju kasir, saya melihat dua orang perempuan cantik dengan seragam warna putih-putih. Dari seragamnya saya berfikir ini pasti seorang perawat atau pegawai kesehatan yang sedang berbelanja juga. Namun ternyata kedua perempuan tadi malah menatap dan menyapa saya “ bapak Hermawan kan ?” sapanya. “ Iya betul , siapa ya?” kata ku. “idiiiih masa bapak lupa, saya kan murid bapak” dia kecewa karena saya lupa namanya. Saya mencoba untuk membaca nametag yang terpasang di bajunya namun dia berusaha untuk menutupi seraya terus mendesak saya untuk mengingat namanya. “ Hayoooo ingat nggak pak, siapa saya”. Saya berusaha keras untuk mengingat namanya namun tetap gagal . Saya terus berkilah bahwa saya tidak lupa , dan memang kalau dari wajahnya saya ingat ini adalah memang murid saya. “Astagfirullah” saya membatin sudah begitu tuakah saya sehinga menjadi pelupa atau memang karena sudah banyak murid atau alumni yang saya didik. Akhirnya dia memberitahukan namanya “ Saya Hasna Khaerunisah pak dan ini teman saya” katanya. “Oooh iya iya benar saya ingat sekarang” kata saya buru-buru menimpali supaya terkesan saya tidak melupakan dia dan berusaha untuk lebih tidak mengecewakannya lagi.
Akhirnya obrolanpun menjadi lebih mengalir panjang lebar dan tanpa di sadari sudah banyak orang –orang yang belanja yang akan membayar di kasir terhalangi oleh kami yang semakin asyik ngobrol. Seorang satpam akhirnya menghampiri dan berkata “ Maaf, pak Hermawan ngobrolnya di sebelah sana saja” katanya sambil menunjukkan tempat. “ Oh iya maaf “ kata saya sambil bergeser menuju tempat tersebut. Saya pun terkaget lagi lho kok satpamnya tau nama saya dan rupanya satpam tersebut juga ternyata murid saya. Ya Allah beruntung sekali menjadi guru karena semakin lama semakin banyak murid di sekeliling saya sampai-sampai kurang menyadarinya.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
bagus juga menulis setelah makan-makan dulu..... bagus teruskan
Terimakasih bu haji...
Esssiiippp