Dahsyatnya Air Mata Ibu
#Tantangan menulis hari ke-52#Hari ini sudah genap seminggu Raka hidup dalam ketidak tenangan, disebabkan perbedaan pendapat antara Raka dengan orang tuanya Bu Ani.Bu Ani menginginkan anaknya Raka untuk memotong rambutnya karena sudah panjang, sementara Raka tidak mau memotong rambut.
Sepulangnya Raka dari masjid sesudah melaksanakan shalat magrib,Raka langsung sujud dihadapan Bu Ani,sambil menangis dan bermohon pada Bu Ani supaya memberi izin untuk tidak memotong rambut,Bu Ani tetap pada pendirian,seandainya Raka tak mau memotong rambut uang jajan seminggu tak akan dikasih.
Pendapat yang selalu bersimpangan ini,sangat sulit untuk dipecahkan,sebagai orang tua Bu Ani selalu bertahan,tidak mengabulkan permintaan Raka,karena akan berdampak untuk yang akan datang.Bu Ani meninggalkan Raka begitu saja,menuju kamarnya.Rakapun tinggal sendiri dan terus menangis.Tak beberapa lama Raka menuju kamar ibunya dengan maksud untuk bermohon kagi ,dilihat Raka Bu Ani sedang menangis,melihat ibunya menangis, Raka langsung bersujud minta maaf,Raka menyesal karena memaksakan kehendaknya, Raka berlalu dari ibunya untuk pergi memotong rambut.
Andiang, 20 Juli 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Cukup dgn air mata, sang anak bs nurut, keren bund, salam kenal
Siapa raja..
Senjata bisa jadi senjata paling ampuh, melunakan hati yg keras
Nasihat ibu mmg luar biasa
Hehe.. Raka ternyata tidak tega melihat air mata ibu..Mantap bu