Rezeki Tak Berpintu
Rezeki Tak Berpintu
Dua hari yang lalu...
Beberapa menit lagi maghrib akan masuk. Aku buru buru memesan ojek online menuju rumah sepulang dari kantor. Ojol berhasil di pesan. Beberapa menit si driver belum datang. Aku cek keberadaannya melalui aplikasi. Lha? Kok ke arah berlawan dengan posisiku? Aku berpositive thinking. Sepuluh menit menunggu si driver nggak datang datang. Karena keburu maghrib aku memutuskan untuk mengcancle orderan. Sambil buka hp dan memilih beberapa alasan mengcancle orderan si driver ojol datang. Niatku mengcancle diurungkan. Tapi apa yang aku lihat. Ternyata drivernya sudah tua. Ya Allah untung aku tak jadi mengcancle. Kasihan. Setelah memastikan nama dan plat kendaraannya, Bismillah aku naik. Awalnya aku ragu karena beliau sudah tua. Benar saja, entah si bapak yang udah tua atau mungkin karena kondisi motor yang sudah tidak baik, motornya gak stabil jalannya. Goyang goyang. Dalam hati aku terus beristighfar. Lalu tiba tiba, belum sampai separoh perjalanan motor si bapak hampir diserempet mobil. Ya Allah..motor si bapak oleng. Spontan aku berteriak Allahu Akbar. Jantung lansung berdegup kencang. Nggak pa pa pak, aku memastikan. Nggak pa pa buk..😢
Si bapak melambatkan laju kendaraannya. Mungkin beliau juga kaget. Aku terus beristighfar. Sampai di rumah. Aku turun dan melirik wajah si bapak sekilas. Ada rasa kasihan menyelinap di hati. Aku menyerahkan ongkos dan melebihkannya. Si bapak menolak. Gak usah buk. Gak pa pa pak kataku sambil tersenyum..😊
Aku lansung masuk kamar. Sesungukan menumpahkan tangis yang sedari tadi aku tahan. Membayangkan kalau seandainya tadi aku mengcancle orderan ojol, kasihan si bapak. Membayangkan kalau seandainya tadi jatuh dari motor. Membayangkan kalau seandainya si bapak adalah bapakku..ya Rabb...ðŸ˜ðŸ˜
Aku menarik nafas panjang. Berusaha menyudahi segala perasaan yang berkecamuk dan buru buru mengambil wudhu untuk sholat maghrib sebelum ayah anak anak tau aku habis nangis..😋😋
***
Hari ini aku kembali pulang naik angkot dari kantor. Tidak naik ojol lagi. Bukan karena trauma tapi memang karena cepat pulang kantor jadi nggak perlu buru buru. Pas mau bayar ongkos pak sopirnya bilang nggak usah aja buk. 😮
Aku heran. Di angkot itu cuma aku, seorang bapak dan ibu ibu dengan seorang anaknya yang duduk di depan. Nggak satupun mereka yang aku kenal. Kali aja ada yang bayarin pikirku. Aku heran, lalu dengan sedikit memaksa aku tetap membayar ongkos, jangan pak ambil aja kataku...pak sopirnya tersenyum. Udah buk gak pa pa...lalu tancap gas...aku masih bingung..😕
Rabb, apapun rezeki yang Engkau berikan hari ini, bukan karena aku yang beruntung tapi Engkau Yang maha atas segalanya..
***
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar