Salah kirim
Pagi hari gawaiku berdenging tanda ada pesan masuk, dengan segera kubuka, dan kuperhatikan Poto profil yang mengirim pesan. Ahhh, aku tidak kenal. Selanjutnya kubuka pesannya.
" **** (Namaku) masih jual songket tidak, *budekarman*"
Setelah membaca pesannya, sejenak aku menganalisa isi pesan Karena tulisannya agak amburadul mungkin karena si pengirim ingin cepat-cepat menulis dan langsung tekan tanda kirim, hingga pesan langsung terkirim kepada si penerima tanpa diedit Atua diperhatikan kejelasan tulisan kata atau kalimat yang ditulis. Begitulah yang aku pikirkan, tapi??? Jika melihat dari katanya yang langsung memanggil namaku berarti dia pasti orang yang pernah kukenal atau pernah dekat, atau mungkin.pernah jadi tetangga dan lain sebagainya. Akan tetapi aku dapat menangkap jelas bahwa yang dia maksud adalah, apakah aku.masih bisnis songket atau tidak.Tanpa menghiraukan isi pesannya aku langsung saja membalas pesannya "ya" singkat padat dan simpel, karena aku pikir jika dia serius inginembeli songket pasti nanti akan dihubungi kembali. Sampai akhirnya belum ada tanggapan karena belum sempat dia baca.
Sekali lagi kuperhatika. Poto profilnya tiba-tiba ada tulisan "online" ooh....berarti dia lagi online.
Ehh...tiba-tiba Poto profilnya langsung dia ganti dengan tanda kaligrafi orang yang lagi salat, naahhh.....tambah aku tidak dapat mengenali si pengirim. Sedangkan pesanku masih belum dibalas olehnya. Aku tetap berpikir baik saja, mungkin hape yang dia pakai punya anaknya atau sedang dimainkn.oleh anak atau orang lain.
Sore harinya, ketika aku sedang bersantai dengan suami, ada panggilan video call, aku tidak mau menjawab, karena aku tidak percaya diri dengan latar belakang tempatku bersantai sedang tidak enak untuk dilihat orang lain, apalagi aku sendiri tidak memakai hijab, jangan-jangan bukan muhrim, heheheh..., panggilan Videocall dimatikan oleh si pengirim, akupun sudah tidak menghiraukan, dan aku sungkan tuk membalas panggilannya atau menanyakan keseriusan dia untuk membeli songket (emang tidak bakat bisnis 😁😁) padahal kalau memang laku lumayan juga duitnya.
Beberapa saat kemudian tanda panggilan berbunyi lagi tapi bukan video, selanjutnya aku angkat, dan terjadilah percakapan dengan si penelepon.
"Hallooooo....dengan mbak ****???"
"Iya, ini dengan siapa?"
"Ini bik Karman tetangga kamu di prabu****".
"Oooh. Apa kabar bik?" Seketika aku langsung ingat dengan bik Karman, dulu memang dia pernah membeli songket jualanku, Alhamdulillah dia puas dengan barang yang kujual.
"Alhamdulillah sehat, kamu bagaimana kabarnya???"
"Alhamdulillah bik, sehat semua".
"Oh ya, songket yang kamu kirim yang warna merah harganya berapa??"
"Yang mana bik? Coba bibik kirim lagi gambarnya biar saya lihat dan mencari daftar harganya".
"Oh...ya".
Kemudian suara bik Karman berubah dengan suara mang karman, berarti hape sudah berganti tangan nih, pikirku.
"Haloo....alamat kamu di sana di mana???
" Di jalan ***** simpang ****....". Aku menyebutkan secara rinci rute kalau mau ke rumahku.
" ohh..ya..ya... Nanti kalau kamii ke sana Insyaallah mau mampir".
" Ya Mang, jangan lupa beritahu kalau mau ke rumah ya!" Pesanku. Dan dijawab dengan kata sepakat, serta tidak.lupa menutup pbicaraan dengan salam.
Jam 8.00 malam aku lihat pesan masuk dari bik Karman, kubuka dan langsung kulihat kiriman sebuah Poto, langsung kubuka dan terlihatlah Poto selembar kain songket asli Palembang berwarna merah elegant. Serta langsung saja aku membalas menyertakan harga songket tersebut.
Besok paginya, ku dapat pesan lagi dari bik Karman, tidak ada tanggpan tentang harga yang ku kirim. Tapi dia mengirim beberapa Poto almarhumah ibu mertuaku yang berbaju putih dan berselendang dan berkerudung putih, terlihat senyumnya yang begitu manis. Sambil bik Karman mengirim juga stiker E-motion bercucuran air mata tanda bahwa dia merasa kehilangan dan bersedih. Akupun membalas dengan untaian doa dan stiker emosi menangis. Semoga almarhumah mendapatkan tempat yang layak, dilepaskan dari siksa kubur dilapangkan kuburnya dihapuskan segala dosanya dan menjadikan taman surga untuknya,aamiin. Bisikku dalam doa.
Terlintas di benakku kalau Poto mamak ingin kukirim kepada suamiku, supaya dispan dalam komputer sebagai kenang-kenangan untuk kami Anka dan cucunya, karena anak kedua dan ketiga tidak sempat mengenal Omanya karena takdir Allah cepat memanggil.
Kemudian aku membalas chat bik karrman
"Oh ya bik. Songket yang kemaren aku kirim gambarnya semua yang paling bagus, bahan nomor satu benang gebeng sutra asli"
"Kalau bibik mau yang agak murah ada bik, nanti aku kirim potonyo ya". Segera kukirim pesan tersebut, dan hape kumatikan karena ada pekerjaan yang mendesak harus kukerjakan.
Beberapa jam kemudian, aku ingin memastikan kira-kira jawaban bik Karman terhadap tawaranku songket Palembang yang agak turun harganya, tapi ternyata aku kaget, pesan yang ingin kutujukan kepada bik Karman terkirim ke nomor WA suami, aku gelang-geleng kepala, pantas saja tidak ada balasan, ternyat salah kirim. Aku segera menghapus pesan tersebut dan mengatakan maap kepada suami.
"Maap pa salah kirim hehehe...".
Tak lama suamiku membalas dengan disertai stiker lucu.
" Ya gapapa karena papa tidak mesan dongket"
Aku senyum-senyum sendiri dengan kejadian ini, terkadng karena beban kerja dan kesibukan yang menumpuk kita sering sekali melakukan kesalahan-kesahan, untung salah kirimnya bukan ke bos hahaha. Sebaiknya aku harus istirahat menenangkan diri sebentar.
,
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Jadi teringat pengalaman salah kirim. Terima kasih telah memberi ide. Salam sukses.
Lanjut bu...salam literasi
Hahaaa... Salah kamar ya bu... Salam sukses buat ibu.
Untuk bukan kamar setan..jdi serem
Tertarik kain songket nya saya...dan terima kasih kunjungannya
Alhamdulillah TRIms Bu. Songketnya beneran maju???? Klau mau Kiirim di via wa sja heheh...sambil menyelam minum air nih
keren bun.... salam kenal..kita saling follow yuk
Udah aku follow Bun. Semangat ya
Ha...ha sukses bikin senyum di pagi hari. Keren Bun
Alhamdulillaah bunda. Belajar dari coretan bunda