Haus Jabatan Dan Haus Pujian
Jabatan sebagai sesuatu yang istimewa bagi sebagian orang, bahkan merupakan sebuah kekuatan dalam mengejar mimpi dan ambisi. Dan memang selalu menarik untuk memperebutkannya dengan banyak cara dan strategi dengan keyakinan bahwa hal tersebut adalah permisif. Manusia berlomba-lomba untuk mendapatkannya walaupun dengan pengorbanan nyawa serta biaya yang tak terkira, mereka rela asal keinginannya tercapai. Dikemas secara apik orang memperjuangkannya agar tidak diketahui oleh orang lain. Ibaratnya perang gerilya.
Padahal dengan seseorang memiliki jabatan yang tinggi serta memiliki kekuasaan, seringkali justeru membuat mereka menjadi tersesat dan membuatnya lupa menjadi manusia seutuhnya.
HAUS JABATAN
Orang yang haus akan jabatan biasanya berpikir betapa indah dan nikmatnya memiliki jabatan. Orang yang berpikir kerdil melihat jabatan sebagai sebuah kekuasaan sehingga ada kecenderungan untuk memiliki lebih dari satu jabatan atau merangkap beberapa jabatan untuk popularitas diri. Sudah pasti cara kerjanya tidak efektif dan hasilnya pun tidak maksimal, amburadul serta abal-abalan. Tidak pernah puas dengan satu jabatan, dan tidak pernah memberikan kesempatan kepada orang lain yang memiliki kemampuan lebih. Inilah yang disebut haus akan jabatan.
HAUS PUJIAN
Pada dasarnya orang akan senang ketika mendapatkan pujian, entah itu karena prestasi yang diraih atau bahkan penampilan yang dimilikinya. Akan menjadi sesuatu yang tidak wajar jika seseorang berusaha melakukan apapun demi sebuah pujian. Ia hanya berfokus pada pujian tersebut sehingga mengabaikan urusan yang lain. Ada 5 ciri orang yang haus pujian ( Yoursay.id):
1. Seseorang berlebihan dalam menonjolkan diri
Berusaha untuk menonjolkan kemampuan yang dimilikinya semestinya merupakan hal yang wajar untuk dilakukan. Namun kita juga perlu mengetahui batasannya. Selain itu, juga perlu diperhatikan kapan sebaiknya hal itu perlu dilakukan dan kapan sebaiknya hal tersebut tidak dilakukan. Orang yang haus akan pujian akan kerap terlihat menonjolkan diri. Tidak peduli dalam situasi dan kondisi apapun.
2. Suka Pamer'
Sering memamerkan semua yang dimiliki. Entah itu pamer jabatan, prestasi, ataupun kekayaan. Tujuannya agar mendapatkan pujian dari orang lain. Padahal sikap pamer bukan merupakan sikap yang baik. Orang lain akan merasa risih jika terus menerus memamerkan apa yang dimilikinya.
3. Berusaha Menjatuhkan
Orang yang haus akan pujian akan melakukan segala cara agar mendapatkan pujian, salah satunya adalah dengan berusaha menjatuhkan orang lain. Ini terjadi dalam sebuah persaingan untuk mendapatkan sebuah jabatan baru atau yang lainnya.
4. Tidak Terima Dengan Adanya Pesaing
Orang yang haus pujian tidak ingin memiliki pesaing. Padahal di mana pun persaingan tentu ada. Persaingan dapat membuat diri kita termotivasi.
5. Tidak Mau Mengakui Kelebihan Orang Lain
Setiap orang dianugerahi kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kelebihan yang dimiliki oleh orang lain dapat kita jadikan sebagai bahan pembelajaran agar bisa menjadi lebih baik. Namun bagi orang yang haus akan pujian tidak akan senang dengan kelebihan yang dimiliki oleh orang lain. Justeru ia malah meremehkan hal tersebut. Ia menganggap tidak ada yang lebih baik dari dirinya sendiri.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar