BDR (Belajar di Rumah)
BDR (Belajar di Rumah)
Sejak tanggal 21 Maret sampai 8 April 2025, murid-murid di sekolah kami sudah belajar di rumah atau BDR. Tapi murid saja lho, ya? Guru-guru tak hanya masuk seperti biasa tapi juga memberi tugas belajar pada murid yang sifatnya ringan-ringan saja. Tak memberatkan karena mereka sebagian besar sedang berpuasa.
Anak sekarang jangan dibuat 'rekasa' ya? 😄 Alias jangan diminta kerja keras. Pekerjaan rumah dari guru juga jangan banyak-banyak. Kalau ada soal yang harus ditulis, cancel saja. Suruh tulis jawabannya saja. Kasihan mereka. 😄
Semua atas nama kasihan, jangan sampai mereka kerja keras, kurang istirahat karena banyak tugas, dan tak bisa bermain. Begitu kah seharusnya? 😄
Banyak yang berpendapat, itu lah yang menjadikan mereka mendapat julukan 'generasi strawberry'. Tak berdaya juang tinggi, mudah surut semangatnya, bahkan banyak yang mudah putus asa katanya.
Dilema bagi guru-guru zaman sekarang. Diberi banyak PR kasihan. Toh, nanti nilainya tidak masuk menjadi pertimbangan untuk selanjutnya. Tapi kalau tidak ada tugas atau PR dari guru, anak sama sekali tak mau belajar di rumah. Meskipun hanya sekadar mengulang pelajaran saat dia di kelas tadi. Duuuhh....!
Untuk kelas saya memang setiap hari ada tugas atau PR. Meskipun PR-nya membaca buku, mencari referensi dari media lain, atau latihan menulis tegak bersambung. Itu pun tak semua anak menindaklanjutinya.
Maka untuk BDR sebelum Hari Raya Idul Fitri, anak saya beri tugas membuat sulak/ kemoceng dari tali rafia. Boleh tali rafia bekas atau pun membeli. Senin atau Selasa pagi, orang tua saya minta mengirimkan foto dan video saat anak mengerjakan tugas.
Selain belajar memanfaatkan barang bekas menjadi lebih bernilai, anak-anak juga belajar berwiraswasta dengan menjual hasil karyanya saat gelar karya P-5 di akhir tahun pelajaran nanti. Semangaattt!! 💪💪
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Emang guru sekarang harus kreatif seperti Ibu. Top pokok'e. Semoga ortu bisa diajak kerjasama. Salam bahagia.
Aminn...trmksh bunda
Emang guru sekarang harus kreatif seperti Ibu. Top pokok'e. Semoga ortu bisa diajak kerjasama. Salam bahagia.
Emang guru sekarang harus kreatif seperti Ibu. Top pokok'e. Semoga ortu bisa diajak kerjasama. Salam bahagia.