(121) Puaso Bungsu
Puaso Bungsu
Oleh: Fitri Anora
"Kini puaso bungsu lah tibo
Hati makin taibo
Anak ayah jo amak di rantau
Bamandi aie mato."
(Kini puasa bungsu tiba
Hati makin iba
Anak ayah dan amak di rantau
Bermandi air mata)
Demikian cuplikan lagu Minang yang sering terdengar di bulan Ramadhan ini. Lagu yang mengungkapkan betapa kesedihan seorang anak yang tak bisa pulang kampung di hari raya.
Mudik di hari lebaran merupakan momen yang sangat dinantikan oleh perantau. Apalagi orang Minang yang terkenal dengan darah perantaunya. Merantau ke daerah mana saja. Namun saat hari raya tiba, kerinduan kepada sanak saudara terasa menghentak. Kampung halaman serasa kuat memanggil pulang.
Menjelang lebaran tiba, mulai ramai perantau yang mudik. Apalagi tahun ini tidak ada pembatasan lagi. Banyak yang pulang kampung, baik menggunakan bus, pesawat atau kendaraan pribadi. Mendekati lebaran, mobil dengan plat luar daerah makin banyak terlihat berseliweran di jalan.
Sanak di kampung, merasa senang dengan kepulangan saudara dari rantau. Tak kalah bahagianya saudara yang pulang kampung.
Bagi perantau yang tak bisa mudik tahun ini, jangan sedih. Meski berhari raya di rantau, silaturahmi tetap bisa terjalin. Bisa menelepon atau video call dengan famili di kampung. Mudah-mudahan lebaran tahun depan bisa mudik ke kampung halaman. Bertemu dengan orang-orang yang di sayang.
Selamat hari raya Idul Fitri 1443 H. Mohon maaf lahir batin. ***
MP, 1 Mei 2022
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar