Untuk Apa Hidup?
Dalam diam sendiri seringkali aku bertanya-tanaya pada diri, "untuk apa hidup?" karena setelah bersusah payah mendapatkan gelar pendidikan yang tidak bisa didapati oleh semua orang, bersusah payah mendapatkan jabatan yang selama ini diimpi-impikan oleh banyak orang, mendapatkan pasangan tampan yang dipuja-puja kaum hawa, dan masih banyak lagi hal lain yang banyak orang memimpikannya telah ada pada diriku. Semua orang berdecak kagum atas nikmat yang ku peroleh, tapi entah kenapa aku masih merasa diri ini kosong. tak ada satupun yang benar-benar menjadi milikku. Sebijak-bijaknya pikirku dalam menjawab pertanyaan itu adalah dengan memberikan jawaban: aku hidup kedunia ini untuk memberikan manfaat bagi orang lain, atau aku hidup untuk membahagiakan kedua orang tuaku, dan jawaban terakhir yang aku punya adalah apa yang Dia kalamkan dalam kitabNya Q.S az-Zariyat: 56 (Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepadKu." Yaah, ini adalah jawabanku yang paling mentok.
Mungkin tidak salah bila aku merasa kosong, tidak memiliki apapun, karena memang semua yang ada pada diriku adalah titipan yang bisa Allah ambil kapan saja sesuai kehendakNya. Tetapi aku juga risau kalau kekosongan itu merupakan sikap kufurnya diriku. Aku takut bila ternyata kekosongan itu adalah bentuk pengingkaran hatiku atas segala nikmatNya. Dan mudah-mudahan saja kekosongan itu bukanlah bentuk lain dari kesombongan yang dibisikkan oleh setan kepadaku dengan rasa: "kamu sudah baik, karena itulah kamu merasa tak ada dunia yang menempel dihati dan pikiranmu." Aduhai malangnya aku bila inilah yang telah terjadi padaku. Tuturnya padaku kala itu.
Ku tanggapi penuturannya dengan senyum, namun hatiku sendiri terenyuh. Mengingat diri tak pernah bertanya pada diri "untuk apa aku hidup?" apakah untuk memenuhi kebutuhan saja atau bagaimana. Yang jelas ceritanya tentang apa yang ia rasakan terhadap dirinya menjadi sebuah renungan untuk ku agar mempertanyakan dan memberikan jawaban yang mantap dari pertanyaan "untuk apa hidup?". Semoga kedepannya aku memiliki tujuan hidup yang akan menyelamatkanku dari petaka dunia. Dan ternyata memang benar Allah datangkan petunjuk dari siapa saja, kapan saja, dan cara yang tak tertduga.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar