Tantangan guru hari ke 17 ' WATU PECAH'
Keinginan naik gunung muncul lagi, biasanya setiap minggu pagi kami naik gunung "Watu Pecah". Sudah beberapa bulan kegiatan ini tidak kami lakukan. Karena ibu sakit-sakitan, sehingga tidak berani sendirian.
Minggu ini aku teringat ketika menuju puncak gunung. Kami lewati pinggiran kanal dan hamparan sawah, untuk menuju kaki gunung. Dari kaki gunung kita naik melewati bebatuan yang memang sudah sering menjadi jalan bagi pendaki lainnya. Setelah naik setengah perjalanan, ada tanah luas dengan bebatuan untuk duduk sambil istirahat, bisa juga untuk selfi. Kadang-kadang di tempat ini, banyak orang-orang yang sudah tidak mampu naik. Mereka kembali turun. Tapi bagi pendaki yang mampu sampai puncak, mereka naik lewat jalan yang tidak terlalu menanjak. Di puncak gunung "Watu Pecah", terdapat batu besar yang berdiri tegak, yang pecah di tengah-tengah, dan bisa di buat jalan. Kalau musim penghujan jarang sekali para pendaki melakukan perjalanan naik gunung "Watu pacah" Karena licin, takut jatuh.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar