SPELLING BEE JAVANESE MENGAJAK ANAK MENCINTAI BAHASA JAWA
SPELLING BEE JAVANESE MENGAJAK ANAK MENCINTAI BAHASA JAWA
Oleh Farida Hanum
Sebagaimana yang kita ketahui, Spelling bee adalah suatu seni menggabungkan sebuah kata dari huruf-huruf yang membentuknya secara benar. Saat ini spelling bee menjadi suatu ajang kompetisi yang marak dilakukan khususnya spelling bee English. Hal ini dikarenakan spelling bee English memberikan manfaat yang besar bagi anak-anak yang sedang belajar bahasa Inggris. Melalui spelling bee, akan membantu anak menguatkan hubungan antara suara dan huruf. Dengan demikian anak akan mampu belajar Bahasa inggris secara optimal. Selain melatih pelafalan kosakata bahasa Inggris secara cepat, tepat dan akurat, anak-anak juga dapat belajar meningkatkan kepercayaan diri berbahasa Inggris. Hal ini diperkuat oleh sebuah studi yang dilakukan oleh L.C Ehriuntukthe Scientific Study of Reading bahwa mengeja, membaca, menulis saling berhubungan erat dan telah terbukti membantu meningkatkan pemahaman atau comprehension skills. Instruksi mengeja dapat meningkatkan kemampuan membaca, kerana membangun pengetahuan anak akan alphabetic system yang digunakan dalam membaca. Yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa kemampuan mengeja membantu siswa lebih percaya diri dalam segala aspek dari literasi. Dengan kata lain bahwa spelling merupakan pondasi dasar ketrampilan Bahasa inggris yang berperan penting serta memiliki dampak positif terhadap ketrampilan Listening, Reading, dan Writing.
Spelling bee yang sejatinya digunakan dalam kompetisi Bahasa inggris, kini mulai merambah ke Bahasa-bahasa yang lain, seperti spelling bee China, spelling bee Canada, spelling bee Javanese serta masih banyak lagi kompetisi mengeja yang bertujuan untuk mengenalkan Bahasa secara benar pada anak. Kita tahu bahwa Bahasa Jawa termasuk salah satu mata pelajaran yang tidak disukai banyak anak, hal ini dikarenakan belajar Bahasa jawa lebih sulit dari pada belajar Bahasa lainnya. Bahasa Jawa yang memiliki banyak ragam kekayaan kata yang sangat sulit serta metode pembelajaran yang selalu monoton memberikan efek kejenuhan dari siswa. Disadari atau tidak Bahasa Jawa mulai mengalami pergeseran, tersisihkan oleh Bahasa yang kata anak zaman sekarang Bahasa yang lebih keren. Maka untuk mengenalkan dan menghidupkan kembali Bahasa Jawa, perlu diadakan kompetisi spelling bee Javanese.
Dalam rangka Gerakan Sidoarjo gemar membaca dan menulis, diadakan serangkaian program yang terkait dengan gerakan budaya Literasi (GBL), salah satu diantaranya adalah mengadakan kompetisi berupa spelling bee. Selain spelling bee English juga spelling bee Javanese. Tujuan utama diadakan kompetisi Bahasa Jawa salah satunya adalah menghidupkan kembali kecintaan anak terhadap Bahasa Jawa. Kegiatan tersebut di laksanakan pada hari Sabtu, tanggal 3 November 2018, di Lapangan Kedensari Tanggulangin, diikuti oleh peserta dari tingkat SD/MI se Kabupaten Sidoarjo. Ada beberapa jenis tes dalam Spelling bee Javanese, diantaranya tes tulis, untuk menyaring kemampuan siswa memahami makna kata dalam Bahasa Jawa, dari hasil tes diambil sepuluh besar, pada babak semifinal dilakukan tes mengeja dan menulis aksara jawa yang kemudian di babak Final anak harus mampu bercerita dalam Bahasa Jawa secara benar. Dari peserta se Kabupaten Sidoarjo, juara 1 dan 2 diboyong siswa dari MI.Asasul Huda Randegan, Ananda M.Royyan Alfian Muchtar dan Aghisna Maula A Adhima, mengalahkan peserta dari sekolah-sekolah favorit di Kabupaten Sidoarjo. Kedua siswa MI tersebut begitu gembira Karena mereka telah membawa nama baik sekolah dalam kompetisi Bahasa Jawa yang sekarang sudah semakin tergeser. Setidaknya mereka bangga menjadi siswa yang mulai menghidupkan kembali Bahasa Daerah mereka sendiri. Mereka memiliki tekad untuk terus menghidupkan Bahasa jawa dengan cara belajar Bahasa jawa lebih aktif lagi.
Dengan demikian kompetisi ini mampu mengajak anak mulai mencintai Bahasa Jawa dan menghidupkan kembali bahasa Jawa menjadi Bahasa yang tidak kalah pentingnya dengan Bahasa-bahasa yang lain.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Sae ,Bun. Lombanipun kados pundi niku. Kangge lare, nggih ?
Ngge pak.menghidupkn kembali bhs jawa yg mulai punah
Apa kabar bunda ? Waah...tulisan yang informatif dan inspiratif. Jazakillah khoir untuk tulisan ini. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, bunda.
Alhamdulillah bun...iya lama sy gk menulis di gurusiana.mdh2n ini awal menulis kembali di blog tercinta ini.
Mengenalkan bhs daerah utk anak suatu keniscayaan, agar tahu bahasa daerah sendiri. Sukses selalu dan barakallah
Terima kasih bun..