Fahrie Zayn

Aku adalah seorang guru di salah satu SMA di kabupaten Sijunjung - Sumbar. Sehari hari aku mengajar bidang studi Bahasa Inggris. Aku menamatkan pendidikan S1 Pe...

Selengkapnya
Navigasi Web
Dilema Awal Sekolah

Dilema Awal Sekolah

#TantanganGurusiana Hari Ke-28

Dilema Awal Sekolah

Kita masih ingat tentunya ketika beberapa minggu Belajar dari rumah diterapkan, berbagai komentar dari guru, siswa dan orang tua muncul ke permukaan. Mereka menyuarakan suara hati mereka melalui status dan artikel yang di posting di sosial media. Para siswa sendiri banyak yang mengaku bosan beljar di rumah, mereka lebih suka belajar seperti biasa di sekolah. Selain itu ketika mendapat kesulitan dalam belajar tidak bisa langsung mendapat respon dari guru. Masalah ketersediaan layananan internet juga menjadai hambatan buat siswa selama belajar di rumah.

Guru juga tidak serta merta bisa bersantai. Kewajiban atas tugas sebagai guru tetap dilaksanakan. Pemberian materi, diskusi, latihan dan penilaian tetap berjalan melalui sistem daring. Aplikasi yang digunakan biasanya google form, whats app dan quipper school. Kendala yang dialami guru juga berbagai macam seperti jaringan internet yang kadang tidak stabil. Konsumsi quota internet yang meningkat juga terasa memberatkan para guru. Untungnya kementrian pendidikan merespon hal ini dengan memberikan bantuan pulsa dengan dana BOS. Sedikit banyak nya bisa meringankan beban guru. Lain lagi cerita orang tua atau wali murid. Banyak yang stress juga mengajar anak mereka sendiri di rumah bahkan ada yang berkoar koar dan marah marah meyatakan guru hanya makan gaji buta. Tentu mengajar anak sendiri menjadi tugas tambahan baru bagi orang tua di rumah. Bisa dimaklumi juga berbagai keluhan mereka. Namun pernyataan guru makan gaji buta tentu tidak bisa dibenarkan karena kenyataaan nya guru tetap harus bekerja dari rumah seperti yang sudah dijelaskan diatas.

Memasuki era persiapan new normal yang di gagas pemerintah ternyata ditanggapi beragam lagi oleh para guru, siswa dan orang tua. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) menegaskan tahun ajaran baru 2020/2021 akan tetap dimulai pada tanggal 13 Juli 2020. Hal itu disampaikan oleh Plt. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah Kemendikbud, Hamid Muhammad menepis adanya permintaan pengunduran tahun ajaran baru 2020/2021 ke bulan Januari 2021. "Kenapa Juli? Memang kalender pendidikan kita dimulai minggu ketiga bulan Juli dan berakhir Juni. Itu setiap tahun begitu," kata Hamid dalam telekonferensi di Jakarta, Kamis (28/5/2020).

Setelah kabar ini beredar muncul lagi kekhawatiran dari orang tua, ditengah naiknya jumlah positif covid 19 anak anak mereka harus kembali kesekolah. Banyak yang tidak setuju bahkan sampai membuat petisi kalau anak mereka tetap akan berada dirumah sampai pandemic ini berakhir. Era “ New Normal” yang di canangkan pemerintah tidak membuat orang tua berani mengambil resiko untuk melepas buah hati mereka ke sekolah. Ditambah lagi dengan berita gagal nya new normal di Korea Selatan dimana meningkatnya positif Covid 19 di sekolah, Akhirnya sekolah kembali ditutup. Nah bagaimana di Indonesia? Kita lihat saja nanti

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Aku rasa belum saatnya sekolah bu

30 May
Balas

Apa yang kita takutkan akan terjadi pak, seandainya pemerintah ngotot membuka sekolah dlm masa pandemi,kita kan bisa berkaca ke Korea SelatanMudah mudahan pemerintah bisa lebih bijak lagi pak

30 May
Balas



search

New Post