fadillah tri aulia

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Sampah, Tiketku ke Ibu Kota

Sampah, Tiketku ke Ibu Kota

Sampah sudah banyak di ibu kota ini, semua pun tahu, tapi aku bangga membawa sampah ke Jakarta.

Diawali dari info di media sosial yang terselip diantara time line curhatan dan berita simpang siur yang popular. Kesharlindung dikdas mengundang guru di negeri ini datang ke ibu kota dengan bertiketkan tulisan. Sempat ragu untuk melaju meski akhirnya bismillah saja dulu, usaha. Mencoba mencari apa yang ada untuk berbagi, sesuatu yang tak hanya beda tapi juga berguna. Dan akhirnya, sampah si biang masalah kulirik untuk kusulap jadi kata-kata berharga.

Kumulai menyusun kata dari apa yang sudah ada di sekolah tercinta, SDIT Al-Furqon Sukajadi. Tentang sampah yang berharap darinya kita dapat banyak mengambil makna untuk lebih cinta pada lingkungan sekitar kita. Tentang sampah yang coba kami olah di Bank Sampah. Sebuah program kemitraan dengan CSR Pertamina sebagai bentuk peduli kami kepada bumi. Tanggung jawab kami sebagai khalifah di muka bumi.

“Memang di sekolah lain tidak ada Bank Sampah?” Tanya istriku malam itu sambil menyerahkan secangkir teh.

Kumenggeleng cepat, “entahlah. Tapi aku tak ragu,” kuseruput teh wangi melati buatannya.

Maka, datapun dibuat diikat dengan makna meski belum sempurna. Setidaknya, ada bahan untuk abstrak. Waktu melaju, abstrak ku kirimkan juga meski belum dapat bernapas lega.

Berkali-kali tak sabar kubuka web penyelenggara, namun pengumuman tak kunjung ada.

“Alhamdulillah, abstrak nya lolos,” ucap ku kepada istriku suatu pagi. Ia tersenyum, manis sekali.

Ya, 260 abstrak lolos seleksi dari ratusan peserta yang ada.

“Barakallah ya say, terus bagaimana?”

“In syaa Allah fiks ke Jakarta. Tapi harus lanjut seleksi makalah jika ingin lebih bisa berbagi makna,” jawabku sambil berpikir tentang makalahku yang belum usai.

“Sukses ya,” kata yang kujawab dengan sebuah senyuman.

Kubuka lagi file makalah yang sempat kubiarkan begitu saja karena harus terjaga dengan laporan BOS dan lainnya. Hm, butuh perbaikan di sana-sini khususnya data pendukung dan keilmiahan penulisan. Ayolah, aku lebih sering menulis cerpen daripada naskah ilmiah. Tapi kembali, bismillah.

Klik!

Makalah kukirimkan dan kubiarkan begitu saja karena kembali larut dalam rutinitas. Saat terjaga, kutengok e-mail namun belum ada juga kabar berita. Komunitas whatsapp dibuat sebagai tempat berbagi duka, lara, dan berita. Semua sama-sama menunggu. Penantian yang membuat kami semakin erat dan rindu ingin bertemua meski baru menyapa lewat dunia maya.

Alhamdulillah, kabar pun datang. Aku masuk jadi salah satu dari 100 penyaji yang terpilih se-Indonesia.

Kukabarkan kabar ini kepada teman-teman di sekolah, di yayasan, dan orang tua. Sampah kita pergi ke Jakarta!

Tapi panitia masih belum usai membuat debar. Undangan tak kunjung datang padahal surat tugas dan perjalanan dinas harus dibuat, segera. Waswas kahawatir tak terkejar, maklumlah kadang di tempatku, hal yang bisa cepat bisa menjadi lama, hal yang mudah bisa begitu susah. Teman-teman di grup pun sama, resah. Hingga disusun rencana rupa-rupa jika undangan tak kunjung tiba.

Alhamdulillah undangan pun tiba hingga dapat sedikit bernapas lega. Lega, ya sedikit saja karena dinas sudah menunggu.

Dan kini, di lantai tertinggi Swiss-Belhotel Mangga Dua, aku di sini diantara mereka para guru SD-SMP hebat luar biasa dengan membawa sampah yang setia menemaniku hingga ke Jakarta. Mengambil makna dari mereka, saudara dari Aceh hingga Papua, guru mulia karena karya.

*Sebuah pengalaman pribadi mengikuti seleksi peserta Seminar Nasional Guru Dikdas Berprestasi Kesharlingdungdikdas 2017 dengan menyajikan makalah berjudul “Sekolah sebagai Pusat Literasi Lingkungan melalui Program Bank Sampah”

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

wow mantab. perjuangan yang luar biasa. Selamat, semoga sukses dan selalu menginspirasi

11 May
Balas

Aamiin. Terima kasih Pak telah sudi membaca tulisan sederhana saya dan menjadi inspirasi bagi saya..

11 May

Keren akhi Begi dong ikmunya

11 May
Balas

Ayo, kita sama-sama belajar dan berbagi.

12 May



search

New Post