Evi Susilawati

Do the best but don't think you are the best. ...

Selengkapnya
Navigasi Web
Rindu Baitullah dan Raudah

Rindu Baitullah dan Raudah

Tantangan hari ke109

#TantanganGurusiana

#Menulis365hari

Rindu Baitullah dan Raudhah

Membaca tulisan pak Eko tentang Pengalaman umrohnya, ada rasa membuncah tentang kerinduan beribadah di Baitullah dan Raudhah, apalagi Ramadhan seperti ini.

Ingin rasanya terbang andai punya sayap untuk beribadah disana, pasti nikmat sekali. Di luar bulan Ramadhan saja, getaran kenikmatan itu luar biasa terasa, apalagi di bulan Ramadhan.

Bahwa benar cerita orang-orang yang terbetik di hati akan Allah nyatakan ketika berada di Baitullah. Aku sudah merasakan hal itu. Aku dan suamiku berencana ke baitullah untuk melaksanakan ibadah tengah malam. Dari hotel kami bangun sekitar jam satu malam. Mudah sekali terbangun. Lalu beberes, mandi tengah malam. Aneh, biasanya aku masuk angin kalau mandi tengah malam. Ini tidak. Allah mudahkan semua nya.

Aku dan suamiku masuk ke hijir Ismail. Kami sholat disana. Tentu saja tidak mudah. Orang-orang berbondong-bondong ingin sholat juga di dalamnya. Tetapi dengan izin Allah kami bisa masuk dan melaksanakan sholat disana. Luar biasa nikmatnya. Air mata ini tumpah ruah, setumpah-tumpahnya. Aku di jaga suamiku, tangan nya membentuk lingkaran, memberi penanda ke kerumunan orang bahwa ia sedang melindungiku sholat.

Ketika keluar dari hijir Ismail, kami menerobos massa dengan berselawat tak henti-henti. Masya Allah, langsung terbentuk lorong sehingga kami tak perlu berdesakan dan dengan mudah dapat keluar. Lalu kami tawaf. Tawaf tengah malam tidak sepadat siang hari tetapi tetap ramai di sekitar hajar Aswad. Suamiku memilih agar aku mencium Ka'bah saja. Kecuali suami Alhamdulillah dapat mencium hajar aswad. Mencium Ka'bah saja sudah membuat aku senang sekali. Wangi kain penutup Ka'bah masih terasa sampai hari ini.

ketika sa'i aku senang sekali melihat pemandangan keluarga dengan anak-anaknya yang masih kecil memakai pakaian ihram. Aku terharu. Di dalam ruang hati kulabuhkan do'a, agar Allah perkenankan kami memiliki buah hati seperti mereka. Tujuh putaran tidak sedikitpun membuatku lelah. Aku melaksanakan dengan senang hati. Kulambungkan asma Allah dan permintaan terbaik. Ku resapi perjuangan Hajar ketika mencari air buat putranya Ismail yang kehausan. Semoga segera Allah ijabah do'a-do'aku seperti Allah ijabah do'a Hajar. Air tidak hanya cukup untuk Ismail tetapi bahkan untuk ku, suamiku dan seluruh manusia dibumi sangking berkahnya. Semoga do'a yang kami lambungkan diperkenankan Allah serupa dengannya

Cerita sholat dan berdo'a di Raudhah, adalah kenikmatan lain yang kalian harus rasa. Menabung lah nanti Allah yang cukupkan kekurangannya dan pergilah ke sana. Nikmati sensai ibadah yang tiada tara

Alhamdulillah aku bisa sampai ke Mekkah dan beribadah di Baitullah. Alhamdulillah tak terkira juga bisa ke Madinah, apalagi bisa masuk Raudhah. MasyaAllah . Syukur tidak terhingga atas semua kesempatan yang Allah berikan. Semoga diberikan rizki yang berlimpah sehingga dapat kesana lagi.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Aamiin ya Allah

17 May
Balas

Aamiin

16 May
Balas



search

New Post