Ayah... Cerita yang tak pernah usai
Tantangan hari ke 95
#tantanganGurusiana
#menulis365hari
Seorang kakek tua berjualan ditengah gerimis hujan dipenghujung hari mendekati berbuka saat Ramadhan mengingatkanku akan sosok ayah
Ayah hebat di mataku. Ia juga berjualan. Berjualan kue apam Pidie. Kue khas kampung halaman ayah. Ayahku lahir dan besar di Pidie. Tepatnya di desa meunasah kulam Meureudu. Ayah merantau dan mencari rezeki di Kuta raja. Banda Aceh. Di sanalah ayah menikah sana aku lahir, besar dan menuntut ilmu
Ayah, sosok sederhana Yanga punya keinginan tidak sederhana untuk pendidikan ku. Ayah mendekatkan ku dengan buku bacaan. Ayah menyokong segala keperluan sekolahku, aku tau betapa rendah pendapat nya dari menjual kue apam itu. Terbukti dirumah tidak punya prabot mewah. Kendaraan yang ayah punyapun hanya sepeda
Ayah kini sudah meninggal dunia. Semoga kuburnya laksana taman-taman surga. Aku bangga pada ayahku. Ayah yang telah mengukir setiap kebaikan untuk ku. Menjagaku. Mencukupkan kebutuhan ku. Sabar dengan tingkah polahku. Ayah adalah single parent saat itu karena ibu sudah dulu pulang ke Rahmatullah saat aku usia 4 tahun.
Alfatihah untuk ayah tercinta
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Semoga ayahnya bahagia di alam sana.Aamiin.