CEDAL/ CADEL
CEDAL / CADEL
Bila kita mendengar anak kecil sedang berbicara dengan bahasa planet, enak sekali mendengarnya. Kadang kita tidak tahu arti bahasa mereka, bahkan kita kadang kesal jika mereka minta sesuatu tp kita tidak tahu maksudnya. Misal Fuad kecil( umur 2,5 tahun minta jajan. Karena warungnya disebelah rumah, sehingga ibunya tidak mengantarnya. Fuad membawa uang 500, lalu memilih jajan sesui keinginan. " ubas otet". Bakulnya melayani , meski tak tahu arti otet. " Niki( ini)...sambil menunjukkan satu persatu jajanan. " anes" ( bukan).., begitu jawab fuad. Si bakul bingung karena menuunjukan hampir semua jajannya tidak pas dengan keinginan fuad. ...., lalu bakul memanggil mama fuad, untuk menanyakan maksud otet. Barulah bakul tahu bahwa otet itu coklat. belum.lagi kalau mengatakan dokar, jadi dokal , piring jadi piling... hehehe.. bawa senyum dulu.
Itu bahasa anak usia batita, jd lucu. Lalu bagaimana bila ada yang sudah sampai berusia 5 tahun, enam tahun bahkan 7 tahun namun masih ada yang masih ada belum bisa mwnyebut R ? mereka menyebut kata kata yang menggunakan huruf " r" tapi l, y, ataupun seperti kh/ gh. Misal kata piring, jadi piling/ piying/ pikhing. Dan ternyata huruf / ucapan l, t kh ataupun gh sebagai ucapan r terbawa sampai usia 7 tahun maka perlu penanganan khusus oleh ahlinya.
Siswa saya masih ada 3 anak yang belum bisa mengucapkan huruf R. Bila mengucapkan kata yang menggunakan huruf r, akan terdengar huruf lain. Misal kata perahu, maka ketiga anak tersebut berbeda menyebutnya. ada yang pelahu, peyahu, dan pekhahu. Saat mereka membaca suatu tulisan, atau menyanyi ataupun bercakap cakap, kata kata mereka jadi bahan tertawaan teman temannya.
Sudah tentu saya tidak rela bila mereka jadi bahan tertawaan. Sebagai guru TK, tentu ikut khawatir bila hal ini terbawa sampai SD apalagi sampai mereka dewasa. Meski bukan psikiater, saya berusaha membantu mereka , saya mencoba satu persatu, karena mungkin cara membimbingnya berbeda. semoga berhasil.
Akhirnya saya mencoba memberikan bimbingan secara individu, diawali dari Vian. Saya membimbingnya pada waktu istirahat agar tidak tergangu oleh yang lain. Bimbingan inipun saya lakukan seperti sedang bermain. Saya awali dengan memberi gambar sepeda motor. Vian menyebutnya dengan sepeda motol. Saya perhatikan cara mengucapkannya, saat huruf l, lidahnya sampai keluar. Lalu saya membimbingnya agar l mengucapkannya di belakang gigi atas. Alhamdulilah setelah beberapa kali mengucapkan, akhirnya bisa mengucapka l dengan benar. Lalu saya lanjutkan dengan huruf r. Saya mengatakan laler, vian menirukan. lalel..., ayo vian..gerakkan lidahnya, lalerrr. Setelah beberapa kali, alhamdulillaah lama lama vian bisa mengucapkan R. Subhanallaah. Kulihat dia sepertinya lelah sekali. Tampak keringat di wajahnya bercucurran.
Usaha saya lanjutkan esoknya, dengan memberikan tulisan , benda benda tiruan ataupun gambar yang menggunakan huruf R. Pada saat saya berikan tulisan puisi Guruku untuk persiapan siaran bulan april, Vian sudah bisa mengucapkan huruf R tanpa beban lagi...
Tidak bisa mengucapkan R, disebut dengan cedal/ cadel, pelo( jawa). Cedal bukan suatu kelainan, tapi suatu ketidakmampuan seorang anak dalam mengucapkan huruf R. Hal ini disebabkan oleh perkembangan otot lidah dan bibir yang belum sempurna. Kalau orang dulu mengatakan jika cedal itu disebabkan karena lidahnya pendek atau tebal. Sebenarnya tidak ada lidah pendek atau tebal. Tapi karena adanya perbedaan yang menyebabkan gangguan sulit mengucapkan beberapa huruf. Karena itulah, anak belum bisa mengucapkan huruf R, sehingga menjadi l , y ataupun kh/ gh. Hal ini di sebut dengan Rhotacism. Biasanya terjadi pada anak anak, namun bila di biarkan hal ini dapat terbawa sampai tua. Marilah kita bimbing bersama bila ada anak yang masih cedal, agar tidak terbawa sampai tua. Aamiin...
Bersama Vian, 6 maret 2018
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Siip Buu..Ibu guru yg telaten dan hebat..salut
iya bu lucu. untuk satu huruf R, sampai kempringet ......
mumpung masih kecil,masih bisa di olah bu....klo dah dewasa sdh susah...
kalau mau berusaha, ya insylh bisa. itu bisa di terapi sendiri . hehe. terima kasih kunjungannya bu Agustina.
kalau putra ibu masih kecil, itu masih mudah , bisa mengikuti guru ngaji dan guru . semoga berhasil....
Ok.. Saya coba
Super Bu Ety. Tp lucu ya. Atu inta otet.
Kalau cadel sudah terlanjut dewasa bagaimana?
Hehehe... Insya Allah krn yg dimaksud itu saya sendiri. Melihat kata cadel saya lngsung ingat anak saya yang msih balita. Karena baik belajar maupun mengaji lebih suka dengan saya. Jadi saya agak kwatir kalau ikutan cadel.