SIAPA LAGI?
Siapa lagi?
Sebuah pertanyaan singkat namun sangat memimikat. Memikat hati dan pikiran saya. Mencuri perhatian saya untuk segera menjawab pertanyaan itu. Saya sadari tidak semudah itu mengisi jabawan dari pertanyaan sederhana tersebut. Sekarang saya paham dalam kehidupan ini saya butuh bertanya dan menjawab. Karena, kualitas hidup yang saya jalani berdasarkan kualitas pertanyaan yang saya buat.
Siapa lagi?
Pertanyaan itu muncul ketika saya mengikuti latihan kader yang diadakan disebuah ruangan serba guna. Latihan kader ini, secara umum bertujuan membentuk kader yang punya dua misi, yaitu misi keumatan dan misi kebangsaan. Ketika saya memasuki ruangan tersebut, saya melirik setiap dinding dan pandangan saya terpaku pada sebuah spanduk yang bergambar 3 tokoh nasional, yaitu Tan Malaka, Muhammad Hatta dan Sutan Sjahrir. Waktu itu saya sungguh tidak mengenal siapa Tan Malaka. Setelah deretan 3 tokoh tersebut ada sebuah pertanyaan dalam lingkaran bertuliskan SIAPA LAGI?
Siapa lagi?
Pertanyaan itu lah yang membangunkan saya dari kemalasan belajar, kemalasan membaca sejarah, tambah lagi saya belum begitu mengenal 3 tokoh terkemuka tersebut yang lahir dari tanah minang. Apalagi nama Tan Malaka tidak pernah saya dengar sebelumnya. Untung pada waktu itu saya berada pada masa perkembangan internet dan baru memiliki android. Jadi, lansung saya searching di Mbah Google sebagai jawaban penasaran saya.
Siapa lagi?
Memang pertanyaan umum yang ditujukan kepada yang membacanya yang akan mendorongnya untuk berada di posisi tersebut. Sebelum menjawab, maka saya penting mengetahui dan mulai mempertanyakan siapa mereka? bagaimana masa muda mereka ? Apa karya dan sumbangsi mereka terhadap bangsa ini ? Dan banyak pertanyaan lain muncul di pikiran saya. Beranjak dari pertanyaan itu, saya mulai mengoleksi dan mencari literasi tentang tokoh tersebut, mulai dari novel sampai karya pemikiran mereka.
Setelah memiliki beberapa literatur, saya mulai meresapi perjalanan hidup tokoh-tokoh tersebut yang langsung memberikan efek positif dalam perjalanan hidup saya. Banyak contoh teladan yang mendorong saya untuk semakin mengikuti jejak meraka. Dari pengalaman itu, saya coba pertanyaan sederhana kepada teman-teman saya tentang tokoh tetersebut. Siapa Tan Malaka? Hampir sebagian tidak tahu sama sekali dan akhirnya mereka penasaran. Jadi, orang yang suka penasaran atau rasa ingin tahu yang tinggi akan mendorong dia untuk mencari tahu. Ketika saya menemukan jawaban atas apa yang saya pertanyakan, di sanalah saya menuai kepuasan. Bagi saya kepuasan itu melahirkan pertanyaan baru, akhirnya saya semakin haus akan pengetahuan.
Dengan demikian, setiap hari dalam kehidupan akan menjadi rangkaian pertanyaan yang akan diajukan dan dijadikan acuan untuk dijawab. Menjawab setiap pertanyaan akan menjadi ukuran dasar menentukan apakah tujuan tercapai atau tidak. Siapa lagi setelah mereka? Semoga saja saya juga menjadi tokoh, meskipun tidak selevel mereka. Setidaknya dilingkungan saya hidup, saya menjadi tokoh untuk beberapa orang.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Keren. Patut ditelusuri lebih mendalam, untuk mengikuti jejak mereka. Mantap! Lanjutkan...
Sering mendengar nama Tan Malaka, tetapi belum tahu kisahnya seperti apa.
Salam buk rahma..Beliau kelahiran Pandan Gadang di payakumbuah buk sampai sekarang masih ada rumah kelahirannya disana. Koleksi juga buku fomenal nya "MADILOG" buk..
Pas mantab.... Semoga sukses selalu kawan
Baru baraja kawan..Komentar nyo insyaallah semangat untuak lebih baik dlm penulisanyo.. hehe