PERUBAHAN JADWAL LIBUR, HARPITNAS, DAN PENGONDISIAN
Tantangan menulis hari ke-127
Dampak dari pandemi yang kita lalui sejak Maret 2020 hingga kini, terasa sekali. Termasuk untuk urusan mudik. Setelah dua tahun tidak diperkenankan untuk mudik (sangat terbatas), akhirnya Lebaran tahun ini menjadi moment yang sangat membahagiakan bagi seluruh umat Muslim di Indonesia. Rasa rindu yang sempat tertahan, solah tumplek blek di Lebaran tahun ini. Tentu saja hal ini berdampak untuk peningkatan jumlah pemudik dari tahun-tahun sebelumnya. Istilahnya, mumpung bisa mudik, kita manfaatkan waktu sebaik mungkin.
Membludaknya jumlah pemudik, tentu saja mengimbas juga kepada beberapa hal, baik yang positif maupun yang negatif. Positifnya, tentu saja kita dapat berjumpa dengan sanak saudara, bersilaturahmi dengan sahabat dan para tetangga dulu. Untuk para pedagang pun, acara mudik akan mendatangkan pendapatan yang berlipat, bahkan semakin macet suasana, pendapatan mereka akan semakin besar. Negatifnya, dengan banyaknya pemudik, maka dikhawatirkan viruds varian baru akan terbentuk. Yang ditakutkan adalah munculnya virus Hepatitis akut. Dengan demikian antisipasi dari Pemerintah diperlukan guna menanggulangi hal tersebut.
Untuk itu, pemerintah provinsi Jawa Barat merasa perlu untuk melakukan tindakan yang dapat mengantisipasi puncak arus balik, yaitu dengan cara menunda jadwal masuk sekolah. Wakli Gubernur Jawa Barat mengemukakan bahwa untuk mengurai arus balik Lebaran 2022, Pemprov Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan Jawa Barat menetapkan perpanjangan libur Lebaran selama tiga hari. Ini artinya, peserta didik sudah mulai kegatan msuk sekolah per 12 Mei 2022 yang jatuh pada hari Kamis minggu depan. Namun untuk kita, masuk tetap tanggal 9 Mei 2022. Yang menjadi pertanyaan sedikit menggelitik, apa mungkin anak-anak tidak ikut pulang bersama para orang tuanya di sebelum tanggal 9, walau mereka masuk tanggal 12? Jadi menurut saya, pemunduran jadwal untuk anak-anak sama sekali tidak ada kaitannya dengan pengurangan jumlah pemudik, namun lebih kepada agar mereka (para anak) dapat istirahat lebih banyak sebelum masuk sekolah.
Untuk Sebagian masyarakat, tentu pengunduran jadwal masuk sekolah ini dimaknai hal positif, namun apabila kita lihat kalender dengan lebih saksama, ternyata di tanggal 16 Mei, kita libur lagi dalam rangka memperingati Hari Raya Waisak 2566, di hari Senin. Dengan demikian, jeda antara masuk anak sekolah di tanggal 12 dan libur lagi di tanggal 16 akan ada hari kejepit Nasional. Dengan demikian, perlu pula kita jaga segala hal. Kesehatan, keuangan, dan tentu saja kerjaan. Dengan adanya harpitnas (soalnya banyak sekolah yang 5 hari kerja), dikhawatirkan malah menggenapkan liburannya sampai tanggal 16 Mei.
Semoga para ASN dapat kembali bekerja dengan penuh semangat dan dedikasi tinggi. Juga selalu menjaga kondisi tubuh pascamudik yang tentunya menghabiskan waktu, tenaga, dan materi yang tidak sedikit.
Penulis adalah guru SMKN 1 Cianjur
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Begitu banyak perubahan yang menurut saya terasa mengada ada dan dipaksakan. Salam sukses bunda, mohon maaf lahir batin
gkgkgkgk, iya juga ya
Ngikut aja saya mah, hehehe
Saya juga ah...
Ikut aturan saja .semangat bunda
Semangat bunda cantik