Menantimu
Simaris
Bulan baru sudah menjelang tapi engkau tak juga datang.
Menghadapi berbagai perubahan, engkau harapan yang aku pegang
Katanya semua sudah valid tapi SKTP tak juga terbit
Sudah bertanya ke sana ke sini, belum juga ada jawaban pasti
Memang kalau sudah begini hanya sabar yang menjadi teman sejati
DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Puisi yang keren
Menginspirasi Bunda. Luar biasa
Xixixi....nunggu mb serti, nih?
Sangat cerdas sekali Bu puisinya
Kesabaran dengan kekesalan beda tipis ketika dalam posisi terjepit pintu hahaha
Allah bersama orang yang sabar .