Enik Indartik

Enik Indartik Guru SMK Negeri Wonosalam...

Selengkapnya
Navigasi Web
SEMANGATKU

SEMANGATKU

Tantangan hari ke-31

#Tantangangurusiana

SEMANGATKU

Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan Bahumu yang dulu kekar legam terbakar matahari Kini kurus dan terbungkuk hm Namun semangat tak pernah pudar Meski langkahmu kadang gemetar Kau tetap setia

Tanpa terasa buliran air mata jatuh berccucuran mendengar syair lagu ini. Ya itulah lirik lagu yang tanpa sengaja ku dengar. Selama ini aku tak pernah mendengar keluh kesahnya didepanku. Yang kulihat hanya ketegaran dari seorang lali-laki kuat. Dia yang tak pernah menitikan airmata sekalipun didepan anak-anaknya.

Dari aku kecil tak pernah aku mendengarkan bentakan dia, hanya suara penekanannya saja yang sering aku dengar. Dia yang mengajarkan kepada kami untuk tetap tegar menghadapi situasi apapun yang terjadi. Sebagai anak perempuan, tak jarang aku harus menangis jika aku harus melakukan pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh laki-laki. Tapi semangat darinya yang mebuat kami kuat dan bisa dibilang apapun pekerjaannya aku pasti bisa.Dia yang selalu menuruti kemauannku, dia yang selalu memanjakanku, dia yang selalu ada disaat aku dihina dan dicaci oleh orang lain.

Dia adalah motivator dan inspirator terbesarku. Aku mencontoh semua hal yang baik darinya. Disiplin tanpa tertulis dari aku kecil selalu bisa kami jalani sampai kami menikah, pada jam berapa kami harus pulang, apa dan bagaimana kami dirumah. Dia berangkat pagi dan pulang sore dan tak jarang juga dia tidak pulang demi tugas yang harus dia laksanakan.Panas dan hujan jarang dia pikirkan, dia masih bertahan bekerja tak jarang juga dia pulang dengan basah kuyub. Sampai dirumah dia harus berangkat lagi untuk kesawah, pekerjaan sampingan yang menurutku justru itu lebh berat.

Dia hanya menginginkan anak-anaknya mendapatkan Pendidikan yang layak. Jangan sampai seperti dia yang hanya sampai bangku SD. Sekolahpun kami harus bisa sekolah yang bagus tapi tentu saja dalam batas kemampuan kami. Saat aku menempuh Pendidikan sarjana itu adalah salah satu pilihan yang paling sulit bagiku, aku tak ingin melanjutkan sedangkan kemauannya keras aku harus melanjutkan. Sampai akhirnya aku diterima diuniversitas pilihannya. Sama dengan sekolah-sekolah sebelumnya, aku harus belajar dengan baik untuk mewujudkan impiannya.

Tapi sekarang semua telah berubah, tangan kokohnya sekarang sudah lunglai. Kakinya yang tegar berdiri sekarang sudah tidak mampu lagi untuk berdiri. Kata-katanya yang kudengar setiap hari sekarang sudah tidak lantang lagi, nadanya sudah berubah tak bisa diartikan, yang kudengar hanya teriakannya yang semakin tidak jelas. Ya.sejak 4 tahun lalu dia hanya terbaring tak berdaya dengan penyakitnya.Sangat sulit bagiku menerima semuanya mulai dia terjatuh sampai sekarang tak percaya rasanya dengan semua yang terjadi.

Bulan pertama ditahun pertama adalah masa suram dalam kehidupannku, aku belum mampu menerima yang terjadi. Hampir setiap malam aku menangis, taka da nasi yang bisa masuk kedalam mulutku. Dan akupun tahu dia juga begitu. Tampak dari matanya kesedihannya tidak bisa menerima keadaannya, tak lagi dia bisa naik motor, tak lagi dia bisa jalan-jalan dan tak lagi dia bisa bekerja. Kadang kala bahasanya bisa aku mengerti pelan-pelan, dia tetap menjadi sosok yang kuat sampai sekarang dan kamipun juga menjadi sosok yang kaut lagi.Semua kalimat-kalimatnya yang masih tersimpan rapi sampai detik ini, bukan pribadi yang mengeluh pada keadaan tapi mencoba bangkit dari apa yang terjadi.Jangan hanya karena kita perempuan kita tidak bisa melakukan apapun. Selama ada kemauan pasti ada jalan selama kita berusaha. Semangatnya yang tinggi masih aku pegang sampai sekarang. Ya dialah sosok orang tua laki-laki yang saat ini masih terbaring lemah dengan keadaannya yang sudah 4 tahun dideritanya. Hanya sebagian teman yang masih bertahan dengan keadaannya yang seperti itu, Taka da lagi suara keras, tak ada lagi dentingan langkah sepatunya dan tak ada lagi suara motornya tengah malam dan yang terlihat hanya wajah sedihnya dengan keadaannya yang seperti itu.

Sidoarjo

14 Februari 2020

#Misslittle Enok Enik

Semangat buat Aba

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post