Endang Sri Wahyuni

Guru SD Negeri 4 Kalibaru Wetan, Banyuwangi. Lahir di Kediri, SMADA Pare terakhir aku menuntut ilmu di Kediri. Diploma 2 PGSD di IKIP Negeri Malang, Sarja...

Selengkapnya
Navigasi Web
Kisah Belalang  dan Harimau
esw_swepatkreatif

Kisah Belalang dan Harimau

Pada pagi yang cerah di hutan rimba terdapat sekelompok binatang baik binatang besar maupun kecil. Hiduplah harimau si raja hutan bersama anaknya. Hidup pula binatang yang kecil. Binatang ini mungil, bersayap, berantena, dan berkaki belakang lebih besar dari kaki depannya. Siapa dia? Ya.. belalang. Belalang ini tiga bersaudara yakni Belalang Hijau, Belalang Coklat, dan Belalang Hitam.

Kelincahan belalang meloncat dari rumput satu ke rumput lainnya membuat sang raja hutan berhenti dalam geraknya. “Belalang Hijau!” dengan geram harimau menyapa belalang-belalang itu. Belalang coklat dan belalang hitam ketakutan. Mereka melompat sejauh-jauhnya menghindar dari sapaan Si Harimau. Belalang Hijau tenang saja karena memahami begitulah suara harimau. “Ya, Tuan Harimau, kami sedang bermain lompat angin, ada yang perlu saya bantu?” jawab Belalang Hijau dengan nada indah. “Kenapa dua temanmu loncat jauh sekali?” tanya Harimau, “coba panggilkan!” lanjutnya.

“Hai, saudaraku Belalang Coklat dan Belalang Hitam, ke sinilah!” dengan suara keras dia memanggil. “Jangan takut, Tuan Harimau baik kok, ayo... sini!” dengan kepala mengangguk dia mengajak saudaranya. “I..iya Belalang Hijau, nggak apa-apa mendekat Tuan Harimau?” tanya keduanya serempak. “He..he.. jangan takut, nggak pa-apa, ya Tuan?” ganti tanya belalang hijau kepada harimau minta dukungan. Mendekatlah kedua belalang itu ke Belalang Hijau di depan Harimau.

“Nah, begitu...belalang-belalang cantik dan ganteng! Jangan takut pada saya!” kata harimau menyemangati. “Wah, bagus sekali, gigimu Tuan Harimau! Hi... hi... sementara aku tak punya gigi.” teriak belalang hijau dengan sanjungannya. Namun dia berpikir, “bolehkah aku pinjam gigimu, Tuan harimau”. Dikeluarkanlah isi hatinya. “Tuan, bolehkah aku pinjam gigimu yang bagus itu?” tanyanya. “Ha... ha... Belalang...Belalang, bagaimana mungkin, mulutku besar.... sedangkan mulutmu kecil?” tanya balik harimau sambil meledek Belalang Hijau. 

“Hi... kamu belalang hijau, berani-beraninya kepada Tuan Harimau bicara gitu?” tanya Belalang Coklat sambil menggerakkan kaki belakangnya kepada Belalang Hijau. “E...e... Belalang Coklat, kan sudah kubilang Tuan Harimau baik hati, ya kan...?” jawab Belalang Hijau dengan minta dukungan Harimau. “Apa bisa,ya.. benar juga kata Harimau, “ pikir Belalang Hijau.

“Bagaimana Belalang Hijau, masih ingin memakai gigi seperti saya?” tanya harimau dengan sungguh. “Iya, Tuan...Hmm aku akan bagus seperti Tuan!” jawab Belalang Hijua dengan penuh keyakinan. “Baiklah Belalang Hijau tunggu saya sebentar, saya akan menemui anak saya yang paling kecil, dia masih berusia satu tahun,” kata Harimau pamit pulang ke tempat ia singgah.

“Belalang Hijau, kamu nih ada-ada aja... bagaimana mungkin?” tanya belalang hitam penasaran. “Iya.. ini... Belalang Hijau... bagaimana ya Tuan Harimau memenuhi permintaanmu?” tanya belalang coklat. “Wahai saudaraku... kan sudah kubilang.. Tuan harimau itu baik kok.. nah... coba dia kan mengusahakan permintaanku” jawab Belalang Hijau dengan nada meyakinkan kedua saudaranya. 

Tak lama kemudian, “ Ha... ha....Belalang Hijau ini coba lihat apa yang kubawa?” teriak Harimau dengan senangnya. “Iya, Tuan.....,” jawab Belalang Hijau dengan melongok. “Coba pakai ini... ayo ... sini...!” perintah harimau kepada Belalang Hijau. “Ayo, bantu saudaramu, Belalang Coklat dan Belalang Hitam!” dorong Harimau kepada saudara Belalang Hijua. Dipakaikanlah topeng harimau bergigi tajam ke kepala Belalang Hijua. “ Ha..ha... ternyata bisa Tuan. Ini gigi yang bagus... keinginanku seperti Tuan terkabul. Terima kasih Tuan,” kata Belalang Hijau dengan riangnya.

“Nah, benar-kan saudaraku.. Tuan Harimau itu baik hati, walau suaranya geram. Jadi Kalian jangan takut lagi dengan Tuan Hariamau. Walau suaranya geram lembut hatinya,” kata Belalang Hijau meyakinkan kedua saudaranya. “Ya... betul kata Belalang Hijau, jangna takut lagi pada saya, ya..!” timpal Harimau.

Mulai saat itu Belalang coklat dan Belalang Hitam tidak takut lagi ketika bertemu dengan Harimau. Persahabatan kedua jenis binatang ini patut ditiru. Yang kuat jangan semena-mena dengan yang kecil. Buatlah orang yang kecil dan lemah senang dengan adanya yang kuat. 

 

Sampai jumpa.........

Seri Cerita Anak

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Siiip...pesannya nyampek Buu. Sehat, sukses dan Barakallah

01 Oct
Balas

Aamiin ya robbal alamiin, moga sang inspirator puas dgn karya ini Bunda..

01 Oct



search

New Post