REFLEKSI SEBAGAI JEMBATAN INOVASI DAN PRESTASI
REFLEKSI SEBAGAI JEMBATAN INOVASI DAN PRESTASI
Penulis: Endang Ayu Patrianingsih, S.Si., M.Pd.
Refleksi sebenarnya sudah sering kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam kegiatan pembelajaran di sekolah atau di kelas. Refleksi adalah proses memeriksa diri dan mengevaluasi diri yang dilakukan secara berkelanjutan oleh seseorang dengan tujuan meningkatkan kapasitas diri. Bagi guru refleksi dilakukan secara efektif guna peningkatan profesional. Guru sebagai seorang profesional dan akan terus mengembangkan dirinya. Kemampuan refleksi harus dimiliki oleh seorang guru. Refleksi bermanfaat untuk mengembangkan professional guru dan peserta didik. Refleksi juga mempunyai manfaat yaitu tindakan yang diambil di masa yang akan datang akan menjadi lebih baik. Guru harus mampu melakukan refleksi terhadap diri sendiri dan mengajarkan refleksi terutama dalam dunia pendidikan.
Refleksi sangat berguna dalam pendidikan baik terhadap guru sendiri dan mengajarkan refleksi kepada peserta didik. Sehingga melalui refleksi seorang guru atau pendidik dan peserta didik akan memperoleh kebiasaan-kebiasaan positif yang akan menjadi pembelajaran bermakna dalam mencetuskan ide-ide kreatif yang dapat mendorong langkah-langkah inovasi dalam berkarya. Melalui karya inovatif inilah kemudian yang dapat melahirkan prestasi. Dapat dikatakan bahwa refleksi merupakan jembatan bagi inovasi dan prestasi baik di kalangan guru maupun peserta didik. Seberapa penting manfaat refleksi dalam dunia pendidikan? Bagaimana proses refleksi dapat menjadi jembatan inovasi dan prestasi?
Adapun manfaat refleksi bagi guru yaitu pengembangan diri guru dimana proses refleksi akan membantu pendidik mempertahankan rasa ingin tahu dalam kegiatan belajar pribadi, dan mengembangkan kebiasaan inkuiri mendorong perubahan diri dan perbaikan yang berkelanjutan. Proses refleksi dapat membantu pendidik dalam proses penyesuaian pola pikir. Pendidik mampu menjalankan proses analisis secara kritis terhadap informasi baru yang diperoleh dan efektivitas penerapannya dalam pembelajaran, sehingga tingkat pemahaman akan lebih berkembang.
Proses refleksi mendorong pendidik untuk berlatih berpikir kritis tentang hasil rencana pembelajaran yang telah disiapkan. Selanjutnya, pendidik dapat mengupayakan berbagai solusi kreatif untuk mengatasi hambatan dan menemukan cara-cara inovatif untuk memperbaiki keterampilan mengajar. Pendidik dapat mengevaluasi proses pembelajaran, menentukan bagian yang perlu dipertahankan, dikembangkan, atau perlu dimodifikasi hingga pendidik memiliki wawasan yang lebih luas dan pertimbangan yang lebih matang. Data yang diperoleh dari proses refleksi terhadap kegiatan pembelajaran akan membantu pendidik untuk membuat keputusan tentang rencana kegiatan pembelajaran yang lebih inovatif di masa mendatang dan pendampingan khusus bagi peserta didik tertentu.
Manfaat refleksi untuk peningkatan kualitas pembelajaran yaitu mendukung pembelajaran yang berpusat pada peserta didik yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan belajar yang bervariasi pada peserta didik. Proses refleksi juga melibatkan umpan balik dari peserta didik akan memberikan informasi pada pendidik untuk membuat rencana pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Proses refleksi akan menyelaraskan keyakinan seorang pendidik tentang kegiatan belajar dan pengalaman nyata dalam proses belajar mengajar di kelas. Dengan proses refleksi diri, pendidik dapat menyadari bahwa selalu ada peluang untuk lebih meningkatkan efektivitas pembelajaran di kelas dengan pembelajaran yang lebih holistik.
Pertanyaan tentang bagaimana proses refleksi dapat melahirkan inovasi hal ini dapat kita lihat dalam Karst: Jurnal Pendidikan oleh Ismayanti, dkk., bahwa proses refleksi dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif bagi peserta didik. Peserta didik mampu menciptakan gagasan atau inovasi baru dalam menyelesaikan masalah. Aktivitas lain yang diamati oleh peneliti yaitu meningkatnya rasa percaya diri peserta didik khususnya dalam mengemukakan pendapatnya saat diskusi dan bertukar pendapat dengan teman, dan menanggapi pertanyaan temannya.
Perkembangan kurikulum saat ini yaitu Kurikulum Merdeka telah menempatkan proses refleksi sebagai bagian yang prinsip dari Kurikulum Merdeka. Demikian pula dalam Program Pendidikan Guru Penggerak, ada nilai-nilai Guru Penggerak yang harus dimiliki guru yaitu mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, dan berpihak kepada peserta didik. Nilai reflektif inilah yang kemudian diterapkan oleh guru mulai dari dirinya untuk kemudian diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas melalui kegiatan refleksi oleh peserta didik dalam proses pembelajaran.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Alhamdulillah