MERDEKA BERKARYA BERSAMA FILOSOFI KI HAJAR DEWANTARA
MERDEKA BERKARYA BERSAMA FILOSOFI KI HAJAR DEWANTARA
Oleh:
Endang Ayu Patrianingsih, S.Si., M.Pd.
(Guru SMA Negeri 1 Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan)
Pendidikan adalah hak segala warga negara. Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan dan pengajaran. Pendidikan sangat menentukan kemajuan suatu bangsa. Pendidikan yang maju menunjukkan bangsa yang maju. Tujuan Pendidikan Nasional termaktub dalam UU No. 20 Tahun 2013 pasal 3 mengenai Sistem Pendidikan Nasional.
Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
Tujuan yang sangat mulia dan universal. Tujuan yang merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mencanankan sebuah program yang dikenal dengan Merdeka Belajar yang merupakan filosofi perubahan dari metode pembelajaran. Konteks merdeka belajar mengandung unsur kemandirian dan kemerdekaan untuk menerapkan cara terbaik dalam proses pembelajaran.
Merdeka belajar juga memiliki akar filosofi sejak dahulu kala. Filosofi Merdeka berakar dari filosofi Ki Hajar Dewantara. Dari konsep merdeka belajar sangat diharapkan lahirnya banyak karya nyata dalam pendidikan kita baik pada peserta didik maupun bagi guru sebagai pendidik. Merdeka belajar untuk merdeka berkarya, bahagia belajar dan bahagia berkarya. Guru berkarya menjadi contoh bagi peserta didik berkarya.
Filosofi Ki Hajar dewantara telah mencetuskan banyak konsep. Konsep Ki Hajar dewantara adalah dasar kemerdekaan yang mengandung pengertian bahwa hal itu sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa kepada manusia dengan memberikan hak untuk mengatur dirinya sendiri dengan mengingat syarat tertib damainya hidup masyarakat. Siswa harus memiliki jiwa merdeka, dalam arti merdeka lahir, batin serta tenaganya.
Konsep jiwa merdeka ini selaras dengan kebebasan berpikir bagi anak didik, karena merupakan motor penggerak dalam usahanya untuk mengalami kemajuan. Anak didik diberikan kebebasan berpikir guna mengembangkan bakat, kreatifitas dan kemampuan yang ada dalam dirinya agar tidak terhambat oleh orang lain. Anak didik dengan bawaan kodratnya diberikan kebebasan atau kemerdekaan untuk mengatasi sendiri masalah-masalah yang dihadapi. Dalam konteks merdeka belajar dan merdeka berkarya. Dalam merdeka berkarya, guru sebagai pendidik menerapkan Filosofi Ing Ngarso Sung Tulodo, ing Madyo Mangn Karso, Tut Wuri Handayani.
Ing Ngarso Sung Tulodo artinya ketika di depan memberi teladan. Filosofi ini mengajak para guru untuk memberi contoh yang baik dan benar kepada siswanya, yang meliputi sikap, perbuatan dan pola pikir. Guru merupakan public figure yang akan dijadikan panutan siswanya, maka guru harus memiliki akhlak yang luhur sehingga akhlak yang luhur pun dimiliki oleh siswa.
Ing Madyo Mangun Karso artinya ketika di tengah memberikan semangat. Filosofi ini mengajak para guru untuk selalu berada di antara siswanya, dengan kata lain guru juga sebagai teman bagi siswanya, membimbing dengan kasih sayang dan hikmah serta memberikan inspirasi. Sehingga tercipta suasana belajar yang kondusif dan nyaman.
Tut Wuri Handayani artinya ketika di belakang memberikan daya kekuatan. Filosofi ini mengajak para guru untuk selalu memberikan arahan yang baik dan benar dalam kemajuan belajar siswanya. Guru dapat memotivasi anak didiknya untuk lebih giat dalam belajar. Sehingga peserta didik merasa selalu diperhatikan dan selalu mendapat pikiran-pikiran positif dari diri gurunya. Sehingga dalam diri siswa tercipta sebuah kondisi untuk selalu memandang ke masa depan, masa dimana cita-citanya akan dijemput dengan penuh bahagia.
Ketiga filosofi ini saling berkaitan dan tidak terpisahkan satu sama lain. Ketiganya saling menguatkan. Bersama filosofi Ki Hajar Dewantara kita kobarkan semangat belajar dan semangat berkarya dalam ruang-ruang kelas pembelajaran dalam konteks merdeka belajar merdeka berkarya.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Mantap dan keren. Semoga lolos. Semangat terus berkarya. Salam literasi tiada akhir
Filosofi belajar yang takkan terlupa dari Ki Hajar Dewantara, " Tutwuri Handayani......"Keren salam Literasi
Mantap. Tut Wuri Handayani. Semoga Bu Endang dan keluarga selalu sehat, semakin sukses dan barokallah. Aamiin.
Keren ulasannya bund. Salam sukses selalu.