[email protected]

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Menggunakan Model Pembelajaran Projek Based Learning untuk meningkatkan motivasi siswa

Menggunakan Model Pembelajaran Projek Based Learning untuk meningkatkan motivasi siswa pada materi inovasi Teknologi bioteknologi (sub materi Bioteknologi Konvensional) Fase E

Disusun oleh : Ema Suliastiningsih

Dosen Pembimbing : Ibu Dr. Ida Yayu Nurul Hizqiyah M. Si

Guru Pamong : Puji Astuti. S,Pd. M Pd

A. Pendahuluan

Motivasi belajar merupakan salah satu faktor yang turut menentukan keefektifan dalam pembelajaran. Seorang peserta didik akan belajar dengan baik apabila ada faktor pendorongnya yaitu motivasi belajar. Peserta didik akan belajar dengan sungguh-sungguh jika memiliki motivasi belajar yang tinggi. Motivasi belajar adalah seluruh daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar yang memberikan arah pada kegiatan belajar sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat dicapai. Dalam pembelajaran di kelas, motivasi belajar siswa cenderung rendah. Hal ini disebabkan karena dalam pembelajaran, guru belum mengembangkan strategi atau metode pembelajaran yang menarik sehingga mendorong minat dan motivasi siswa untuk aktif dalam pembelajaran tersebut. Dalam meningkatkan prestasi belajar siswa, motivasi belajar adalah hal yang sangat penting. Motivasi bagi siswa dapat mengembangkan aktifitas dan inisiatif, dapat mengarahkan akan memelihara ketekunan dalam melakukan kegiatan belajar. Tanpa adanya motivasi terkadang siswa sangat malas dalam belajar. Motivasi belajar sangat berperan mendorong peserta didik mencapai keberhasilan belajar mereka.

Kenyataan yang sering ditemukan di lapangan menunjukkan bahwa mata pelajaran Biologi masih dianggap sulit oleh sebagian peserta didik. Sulitnya mata pelajaran Biologi dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan oleh Samudra dkk (2014) menyatakan bahwa (1) peserta didik tidak menyukai pelajaran Biologi karena tidak menyukai guru Biologi; (2) peserta didik menganggap Biologi sebagai pelajaran yang sulit dipahami karena menghapal dan banyak bersifat abstrak; (3) peserta didik menganggap Biologi perlu untuk dipelajari, namun peserta didik belum memahami kegunaannya; (4) peserta didik mengharapkan pembelajaran Biologi yang simpel dan kontekstual; (5) metode ceramah masih dominan digunakan dalam pembelajaran di kelas. Rendahnya motivasi belajar juga dialami oleh peserta didik kelas X-3 SMAN 1 SUKASARI Purwakarta pada mata pelajaran Biologi Materi Bioteknologi Konvensional. Hal tersebut juga dapat dilihat dari hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Biologi Materi Bioteknologi Konvensional

Pelaksanaan praktik ini adalah berdasarkan hasil dari tes tertulis yang dilakukan dikelas yang cenderung mendapatkan hasil yang rendah, ini menunjukkan peserta didik kurang dalam motivasi belajar. Hal ini terjadi disebabkan beberapa hal yaitu, Kemampuan Peserta didik yang masih kurang, Minat belajar siswa yang masih rendah, Perhatian orang tua masih kurang dalam memotivasi anak untuk belajar, Kurangnya pemanfaatan media ajar, model pembelajaran inovatif dan metode pembelajaran yang masih menerapkan cara konvensional sehingga kurang menarik perhatian siswa.Cara mengajar guru yang masih menggunakan ceramah sebagai salah satu metode dalam pembelajaran yang menyebabkan siswa kurang termotivasi dalam belajar.

Penelitian mengenai motivasi tentu telah banyak dilakukan oleh penulis sebelumnya, diantaranya Pengembangan media Flashcard untuk meningkatkan motivasi peserta didik, penggunaan teka teki silang untuk meningkatkan motivasi belajar dan media audiovisual untuk meningkatkan motivasi, namun belum ada penelitian yang menggunakan model pembelajaran PJBL untuk meningkatkan motivasi peserta didik makadari itu penulis merasa perlu untuk melakukan penelitian ini

B. Pembahasan

Jika siswa yang memiliki motivasi belajar Tinggi dapat ditunjukan dari beberapa sikap seperti semangat dan rajin dalam menghadapai tugas, mempunyai rasa tanggung jawab dalam mengerjakan tugas, gigih saat menghadapi kesulitan, menunjukan minat terhadap bermacam penyelesaian persoalan, tidak mudah jenuh pada tugas yang sama dan mampu beragrumen atau memberi pendapat saat berdikusi kelompok Sedangkan, Factor-faktor yang mempengaruhi rendahnya motivasi siswa faktor kepercayaan diri, kesehatan fisik dan mental, bakat, kemampuan konsentrasi, kondisi keluarga, teman sebaya, lingkungan masyarakat, serta lingkungan sekolah. Penelitian Lutfiyah (2014) yang menemukan enam faktor mempengaruhi motivasi belajar yaitu faktor kemampuan siswa, kondisi siswa, cita-cita siswa, unsur-unsur dinamis dalam proses belajar, kondisi lingkungan belajar siswa, dan upaya guru dalam membelajarkan siswa.

Berdasarkan hasil kajian literatur dan kajian wawancara, penyebab dari rendahnya motivasi peserta didik dalam pembelajaran Biologi antara lain: Terdapat beberapa tantangan yang dihadapi untuk mencapai tujuan tersebut, yaitu :

1. Pembelajaran yang cenderung masih menggunakan konvensional, media pembelajaran dan model pembelajaran yang kurang bervariasi menyebabkan peserta didik kurang termotivasi dalam belajar.

2. Peran dan keterlibatan orang tua masih kurang dalam pembelajaran hal ini menjadi penyebab terbatasnya hubungan guru dan orang tua siswa, yang mengakibatkan komunikasi menjadi kurang efektif.

3. Guru belum maksimal dalam penerapan model-model pembelajaran inovatif, hal ini terjadi karena guru sudah merasa nyaman dengan pengajaran konvensional sehingga sulit menerapkan hal yang baru dan kurangnya pemahaman guru dalam model pembelajaran inovatif.

4. Pemahaman guru terhadap penerapan TPACK di dalam pembelajaran masih terbatas.

Model pembelajaran Projek based learning adalah model pembelajaran yang dapat mendorong keaktifan mortivasi peserta didik dalam pembelajaran. PjBL merupakan pembelajaran dimana peserta didik dalam kelompok diminta untuk membuat dan melakukan suatu proyek secara bersama sama, kemudian mempresentasikan hasil dari proyek yang telah dibuat. Dapat disimpulkan bahwa model Project Based Learning menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalaman nyata sehingga dapat memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya dan mampu mengembangkan kreativitasnya untuk menghasilkan sebuah produk nyata berupa barang yang bermakna dan bermanfaat.

Adapaun tantangan yang dihadapi dengan menggunakan model Project Based Learning yaitu, pengelolaan waktu, persiapan dan Ketersediaan sarana dan prasarana masih terbatas. Dengan tantangan tersebut guru harus mengoptimalkan membuat media pembelajaran yang menyajikan materi pelajaran lebih menarik lagi agar dapat meningkatkan motivasi belajar perserta didik.

Pihak yang terlibat dalam praktik pembelajaran ini adalah guru selaku penyaji dalam praktik pembelajaran, peserta didik sebagai objek penelitian/praktik, kepala sekolah selaku pemberi izin praktik, dosen pembimbing selaku pembimbing dalam praktik pembelajaran, guru pamong selaku pembimbing dalam praktik pembelajaran, rekan mahasiswa PPG selaku observer dalam praktik pembelajaran.

Langkah-langkah yang dilakukan untuk menghadapi tantangan dan mencapai tujuan diantaranya, menggunakan model pembelajaran Project Based Learning , penggunaan TPACK yang maksimal, dengan harapan peserta didik lebih aktif lagi ketika proses pembelajaran biologi dan melakukan penilaian komprehensif seperti assessment of learning yang berfungsi sebagai alat ukur untuk mengetahui pencapaian hasil belajar peserta didik, merefleksi pembelajaran, menjadi umpan balik untuk merancang perbaikan proses pembelajaran, dan untuk melihat kekuatan dan kelemahan belajar peserta didik. Serta penilaian sikap pada saat melakukan diskusi hingga menyajikan hasil

Sumber daya dan alat yang digunakan dalam materi yaitu perangat pebelajaran atau modul ajar, LKPD rubrik penilaian, alat laptop, proektor dan setiap kelompok siswa menggunakan hp untuk mengakses aplikasi canva,

Setelah proses pembelajaran dengan menggunakan model Project Based Learning menghasilkan pembelajaran yang efektif karena cara belajar peserta didik mengalami perubahan seperti, peserta didik lebih bersemangat dan aktif dalam pembelajaran serta motivasi belajar peserta didikpun meningkat, terlihat dari sikap disiplin, kerja sama dan tanggung jawab pada peserta didik dalam melaksanakan tugas.

KESIMPULAN

Berdasarkan Penggunaan model pembelajaran Projek Based Learning, membuat perserta didik berani dan semangat dalam belajar, cepat berfikir kritis dan berusaha menjawab, serta membuat perserta didik aktif mengerjakan tugas baik individu/ kelompok, berani mengungkapkan pendapat/ gagasan di depan teman, berani bertanya dan memberikan tanggapan saat persentasi.memiliki sikap tanggung jawab terhadap tugas,disiplin dan dapat berkerjasama Penggunaan media visual sangat membantu peserta didik untuk cepat memahami materi yang dipelajari. Penggunaan model dan media tersebut diatas dianggap sangat berhasil dan sangat efektif jika digunakan dalam proses pembelajaran. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan pada motivasi peserta didik.

Daftar pustaka

Pangesti, Ayu Widya, dkk (2020) PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNINGTERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA. http://jurnal.unipasby.ac.id/index.php/jurnal_buana_pendidikan/index

Sonia, Sinta dkk, (2022) . ANALISIS MOTIVASI BELAJAR SISWA DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA NEGERI 1 TEBING TINGGI PADA PEMBELAJARAN FISIKA SELAMA MASA PANDEMI COVID-19. Jurnal Inovasi dan Pembelajaran Fisika, 9(1), halaman.85-99.

Rismawati, Melinda dkk, (2020(.ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA. Jurnal inovasi dan pembelajaran Matematika VOL 2 No.2 November 2020.

Lukita, Dyah, dkk (2021) FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI BELAJAR SISWA DI ERA PANDEMI COVID- 19. Url Jurnal: https://uia.ejournal.id/akademika/article/1271

Telah di publikasikan di gurusiana

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post