Elok Riskiyah

Elok Riskiyah, S.Ag.,M.Pd dilahirkan di sebuah kota kecil di Jawa Timur, Bondowoso Republik Kopi saat ini kota itu dikenal. Bertugas saat ini di SMPN 2 Maesan B...

Selengkapnya
Navigasi Web
Tetap Berkarya di Masa Pandemi

Tetap Berkarya di Masa Pandemi

Sudah hampir 10 bulan virus corona mengintai kehidupan manusia. Banyak perubahan yang terjadi. Semua bidang menampakkan corak barunya, tak terkecuali bidang pendidikan. Hampir semua sekolah diliburkan, dan menerapkan pembelajaran jarak jauh. Begitu pula dengan SMPN 2 Maesan. Berbagai inovasi dilakukan untuk tetap terlayaninya pembelajaran kepada siswa. Pembelajaran jarak jauh menuntut guru untuk familiar terhadap tekhnologi. Pelatihan pembelajaran berbasis internet dengan menggunakan berbagai aplikasi pun dilaksanakan. Pembelajaran dilakukan dengan model daring dan luring. Untuk model daring para guru SMPN 2 Maesan menggunakan zoom clode meeting, google classroom, google drive atau pesan singkat dari WhatsApp. Kendala pastilah ada, dari tidak punya HP, HP milik orang tua, keterbatasan kuota, kendala signal, dan kendala-kendala lain yang menyebabkan tidak bisa terlaksananya pembelajaran secara maksimal. Kendala ini membuat kami tidak patah semangat, justru kreativitas adalah kunci untuk mengatasi pembelajaran jarak jauh ini. Inovasi selanjutnya yang dilakukan oleh SMPN 2 Maesan adalah menerapkan strategi penguatan peran orang tua. Setiap hari Senin orang tua mengambil lembar kerja siswa 12 mata pelajaran yang akan dikembalikan pada hari Senin berikutnya, sekaligus orang tua akan mendapatkan lembar kerja siswa yang baru. Kolaborasi pembelajaran dengan model daring dan luring ini menampakkan hasil yang signifikan, sehingga kami dapat melaporkan kepada orang tua hasil pembelajaran mereka selama BDR (Belajar Dari Rumah) melalui Rapor sisipan. Walaupun ketercapaian kurikulum tidak menjadi target utama, tetapi dengan siswa tetap bisa belajar, maka akan terjalin kerja sama yang baik antara guru, orang tua dan siswa. Suksesnya pembelajaran jarak jauh di masa pandemi ini tidak terlepas dari peran urusan kurikulum SMPN 2 Maesan Bapak Yudhi Sarif Pengabdian, ST dan Bapak Dodik Yuliyanto, S.Pd, M.Pd . Penerapan protokol kesehatan tentunya tetap dilaksanakan tatkala orang tua memasuki areal sekolah. Menggunakan masker, diukur suhu dengan thermogan, cuci tangan di tempat yang telah disediakan, menjaga jarak dan secara rutin SMPN 2 Maesan melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan sekolah.

Bukan hanya kegiatan pembelajaran yang diterapkan dengan berbagai inovasi, para siswa yang tergabung di OSIS SMPN 2 Maesan, melalui bimbingan pembina Osis Ibu Deby Izmarini, S.Pd dan Ibu Dra Wawuk Lisnawati, mulai dari pemilihan pengurus OSIS periode 2020/2021, kampanye kandidat OSIS, pelantikan dan latihan dasar kepemimpinan sampai pelaksanaan KTS (kegiatan tengah semester) dengan ajang lomba Mazda (baca: SMPN 2 Maesan) Got Taletn semua dilakukan secara online. Termasuk pula kegiatan Penguatan Literasi membaca dan menulis yang menjadi salah satu program unggulan sekolah kami. Komunitas pegiat literasi MAZDA adalah komunitas andalan kami untuk meningkatkan kecintaan warga sekolah terhadap literasi membaca dan menulis. Bukan hanya siswa yang masuk dalam komunitas ini, tetapi guru dan TU pun terlibat didalamnya. Saat pandemii ini kami tetap berkarya dengan menghasilkan sebuah buku antologi yang berjudul Menumbuhkembangkan Literasi di Bumi Maesan (warna-warni Literasi di SMPN 2 Maesan), kumpulan tulisan dari KS, para guru dan TU SMPN 2 Maesan. Buku ini merupakan kelanjutan dari buku antologi yang pertama, yaitu buku yang berjudul “Membumikan Literasi di Bumi Maesan (Geliat Literasi di SMPN 2 Maesan).” Kumpulan tulisan di buku tersebut ditulis oleh KS, beberapa guru, TU dan siswa-siswi SMPN 2 Maesan. Ada 38 orang yang menyumbangkan tulisannya di buku antologi tersebut. Untuk menggugah warga sekolah agar semangat dalam membaca dan menulis, maka KS sebagi leader haruslah menjadi panutan. KS telah menghasilkan beberapa buku diantaranya, buku yang berjudul Sekelumit Kisah di Kaki Gunung Piramid buku ini menceritakan tentang pernak-pernik KS ketika mengabdikan dirinya di SMPN 1 Binakal Bondowoso. Selanjutnya buku yang berjudul Cinta Untuk Mazda (baca: SMPN 2 Maesan), buku ini menceritakan tentang peran dan kerja sama KS dengan para guru/TU di SMPN 2 Maesan. Buku Ketika Kepala Sekolah Berpantun adalah buku karya KS tentang kelihaiannya dalam membuat pantun di sela-sela kesibukannya dalam melaksanakan tugas. Ada lagi beberapa buku antologi yang ditulis oleh KS dengan para penulis lainnya dari Kabupaten Bondowoso. Langkah KS inipun diikuti oleh guru dan TU SMPN 2 Maesan. Ibu Kristyaningsih,S.Si pustakawan SMPN 2 Maesan yang pernah menjadi pustakawan terbaik tahun 2018, sekaligus Perpustakaan SMPN 2 Maesan pernah memperoleh juara 1 sebagai perpustakaan terbaik tahun 2019, telah menghasilkan buku yang berjudul Jurus Jitu Menurunkan Berat Badan. Bapak Imam Syafi’I, S.Pd.,M.Pd guru Seni Budaya sekolah kami, membuat buku pelajaran yang berjudul Berkreasi Dengan Tanah Liat. Akhirnya semua warga sekolah baik guru/TU maupun siswa membuat tulisan dalam buku antologi. Proses awal memang buku antologi tetapi progres kami ke depan adalah semakin banyak guru/TU dan siswa membuat buku tunggal.

Bagaimanakah peran orang tua dalam kegiatan literasi ini? Di saat Pandemi orang tua tetap berperan aktif dengan memberikan motivasi kepada putra-putrinya untuk giat membaca dan menulis di rumah. Hal ini berkat pantauan para guru dan wali kelas yang selalu berkomunikasi dengan orang tua, agar orang tua senantiasa berperan aktif dalam mendampingi putra-putri mereka selama belajar di rumah. Sebelum pandemi covid 19 terjadi, sekolah telah melakukan sosialisasi melalui paguyuban kelas tentang program literasi ini. Pembuatan pojok baca yang pembuatannya adalah hasil kerja sama antara orang tua, wali kelas dan siswa telah teralisir. Pembuatan pohon literasi, mading kelas yang dirangkai dengan lomba kebersihan kelas, serta pembuatan bahan-bahan habis pakai menjadi barang berharga, menjadi ajang lomba di sekolah kami sebelum pandemic terjadi. Saat orang tua kami undang ke sekolah, dipintu masuk ruang rapat para orang tua diberi pinjaman buku terutama buku tentang parenting. Sambil menunggu rapat dimulai orang tua disilakan untuk membaca buku terlebih dahulu. Di tahun 2020 ini, saat terjadinya pandemi bukanlah halangan bagi kami untuk tetap berkarya membuat buku. Diawali dengan pemberian penyegaran kembali tentang literasi, yang dikemas dalam kegiatan In House Training Inovasi Pembelajaran Berbasis Literasi dengan Nara Sumber Bapak H. Joenaidi, S.Ag., M.Pd.I guru SMPN 2 Maesan dan pustakawan sekolah kami Kristyaningsih, S.Si. Sedangkan pelatihan literasi untuk siswa yang tergabung dalam komunitas pegiat literasi mazda langsung ditangani sendiri oleh KS. Khusus untuk tulisan siswa, masih dalam proses terbit dengan tema suka duka belajar di masa pandemi covid 19.

Bagaimanakah dengan inovasi yang dilakukan oleh Bapak Oong Indrajaya, S.Pd dan Bapak Juwandoko, S.Pd.,M.Pd selaku sarana prasarana sekolah kami di masa pandemi covid 19? Inilah hikmah terjadinya pandemic ini. Disamping memang kebutuhan pokok yang harus kami realisir di masa pandemic ini seperti menambah tempat cuci tangan, saat ini kami mempunyai 15 tempat cuci tangan yang tersebar di seluruh lingkungan sekolah. Pembelian 2 thermoghan, dan masker. Kami juga berbenah pada sarana prasarana yang lain secara optimal seperti: pembuatan lemari HP, jika siswa kembali tatap muka, maka kami akan melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan HP android sebagai salah satu sarana penting, dalam penerapan model-model pembelajaran yang mengacu pada era revolusi 4.0. Pembuatan Reading Park Mazda telah selesai dilaksanakan di masa pandemic ini. Pengecatan seluruh bangku dan meja siswa juga dilakukan, supaya nanti di saat tatap muka siswa dapat belajar dengan nyaman. Pembenahan taman, kelas-kelas, ruang-ruang yang lain, dilakukan oleh sarpras disaat siswa belajar di rumah. Semua rencana kerja sarpras telah terlaksana dengan baik.

Bagaimankah dengan peran humas? Selama pandemic covid 19 Bapak Rony Mashudi,S.Pd dan Bapak Drs Rianto selaku humas telah berperan aktif melakukan koordinasi dengan komite, orang tua dan para stakeholder di Kecamatan Maesan. Demi terlaksananya pembelajaran jarak jauh dan terwujudnya sekolah sehat yang bebas dari pandemic covid 19, dengan mewajibkan semua guru TU/Karyawan untuk melakukan swab dan rapid. Buku penghubung gerakan kembali ke musholla yang didalamnya berisi kegiatan-kegiatan ibadah siswa selama di rumah menjadi pantauan humas SMPN 2 Maesan. Buku penghubung tersebut di evaluasi oleh guru PAI dan BTQ sekolah kami yang bekerja sama dengan humas SMPN 2 Maesan.

Kegiatan di SMPN 2 Maesan dapat berjalan dengan sukses dan lancar, berkat kerja sama yang baik dari warga SMPN 2 Maesan baik guru, TU, siswa, dan orang tua. Dibalik lancar dan suksesnya kegiatan SMPN 2 Maesan salah satunya berkat peran wakasek sekolah kami Bapak Heru Kuntoro, S.Pd dan Bapak Drs. Imam Hambali. Apalah arti KS jika tidak didukung oleh semua komponen civitas akademika SMPN 2 Maesan. Terima kasih kepada semua warga SMPN 2 Maesan. Sukses selalu untuk SMPN 2 Maesan. Salam Sehat dan Salam Literasi!

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post