Elis Lulu Maknunah

Kelahiran Cianjur, lulusan Pendidikan Biologi UPI tahun 2011...

Selengkapnya
Navigasi Web
Bolong di Tengah

Bolong di Tengah

#tantangan_hari_ke_46

#tantangan_menulis_60_hari

"Bulet-bulet bolong tengahe, namanya kue donat"

Cuplikan lagu yang pernah dipopulerkan oleh Joshua itu akrab sekali di telinga. Pesona kue donat tidak pernah memudar sampai sekarang. Namun kini, kita bisa menemukan kue donat dengan berbagai bentuk. Bukan hanya berbentuk cincin, bentuknya dibuat semakin bervariasi bahkan atasan atau topingnya pun semakin menggoda lidah untuk segera mencicipinya.

Hari ini merupakan hari yang panjang dan melelahkan bagi bunaga. Seharian ini menunggu sesuatu yang pasti. Di perjalanan pulang, perut pun berbunyi. Bunaga dan temannya berhenti di sebuah toko donat. Si manis ini memang mampu menggoyang lidah. Makanan hasil fermentasi ini biasa menjadi kudapan ringan di sela- sela jam makan, bahkan ada yanh menjadikan donat sebagai menu utama sarapan pagi.

Berbagai teori asal muasal kue donat yang berlubang di tengah ini pun muncul seiring semakin meroketnya nama donat. Ada yang berpendapat kalau donat sengaja diberi lubang di tengah agar matangnya merata. Hanson geregory, seorang kapten kapal asal Denmark mendapuk dirinya sebagai penemu donat berbentuk cincin. Menurut sejarah menyebutkan sang kapten sering mengemudi dengan kedua tangan sehingga kue gorengan (donat) ditusukkan kembali ke roda kemudi kapal, sehingga menjadi bolong. Akhirnya untuk selanjutnya kue gorengan ini sengaja diberi lubang di tengah, selain karena bagian tengah kue gorengan suka belum matang, maka agar permukaan bagian yang terkena minyak menjadi luas dan menjadi matang merata.

Apapun sejarah yang berhubungan dengan donat, kita semestinya bersyukur karena tinggal menikmatinya. Tentu akan lebih membanggakan jika kita sebagai salah satu inovator dalam makanan. Semoga semakin banyak inovasi dalam hal makanan yang lebih baik dan sehat. Bagaimana pun juga, makanan yang digoreng dan bergula harus dihindari, tidak baik jika sering dikonsumsi, apalagi oleh bunaga.

Cianjur, 14 Desember 2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Ga ngajak2 nih

15 Dec
Balas



search

New Post