Eko Sutanto

Lahir di Banjarnegara, menjadi guru sejak maret 1997, sampai saat ini masih belajar menulis dan mengeja huruf demi huruf serta angka demi angka....

Selengkapnya
Navigasi Web
'Kurikulum Membantu Orangtua di Rumah' Sebuah Solusi Pembelajaran di Masa Pandemi?
Sumber Gambar : Koleksi Pribadi

'Kurikulum Membantu Orangtua di Rumah' Sebuah Solusi Pembelajaran di Masa Pandemi?

Sebuah terobosan menghadapi situasi pandemik Covid-19 dalam menyongsong tahun pelajaran 2020/2021 dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Banjarnegara dengan meluncurkan kurikulum pembelajaran bermuatan aktivitas keseharian siswa di rumah yang disebut “Kurikulum Bantu Orangtua di Rumah”. Mengutip pernyataan Kasi Kurikulum Dindikpora kabupaten Banjarnegara, Sunarto, S.Pd, M.Pd dalam tulisannya “Tahun Ajaran Baru 2020/2021 Banjarnegara Jalankan “Kurikulum Bantu Orangtua di Rumah”;Kompasiana.com, 7 Juli 2020 alasan diterapkannya kurikulum ini adalah untuk mengatasi kendala pembelajaran daring yang tidak dapat dilaksanakan secara maksimal di sebagian wilayah kabupaten Banjarnegara. Banyak kendala yang dijumpai guru ketika siswa melaksanakan kegiatan belajar di rumah (home learning) mulai dari jaringan internet yang terbatas, wali murid yang tidak memiliki handphone android, bahkan guru yang juga tidak mahir menggunakan fasilitas tersebut. Di sekolah – sekolah yang memungkinkan untuk melaksanakan pembelajaran online dengan lancar pun menjumpai beberapa masalah baru. Ketika semua guru memberikan tugas online ternyata siswa terjebak situasi lebih banyak larut menyendiri di kamar mengerjakan tugas yang diberikan guru ketimbang menikmati kebersamaan dengan keluarga. Belum lagi masalah jaringan internet yang lelet mengakibatkan siswa menjadi lebih sensitif dan mudah marah ketika diingatkan untuk mandi atau sekedar makan. Siswa lebih khawatir dateline tugas yang diberikan guru terlewat.

Kondisi umum kabupaten Banjarnegara yang masih berstatus zona merah menjadi faktor penyebab proses pembelajaran pada tahun pelajaran 2020/2021 akan dilaksanakan dari rumah oleh siswa. Sebab kegiatan belajar mengajar model tatap muka belum dapat ditentukan batas waktu kapan akan dilaksanakan. Menghadapi situasi fenomenal tersebut Kabupaten Banjarnegara menerapkan Kurikululum Membantu Orangtua di Rumah. Seluruh kegiatan pembelajaran siswa dirancang untuk membantu pekerjaan orangtua di rumah. Setiap minggu guru di sekolah akan memberikan tugas membantu orangtua di rumah kepada siswa dengan proyek yang berbeda. Aktivitas siswa pada kelas awal dimulai dengan proyek sederhana, misalnya minggu pertama proyek menyapu dan bersih – bersih rumah, minggu kedua menyiram tanaman, dan sebagainya. Aktivitas siswa menyelesaikan proyek dilengkapi dengan mengerjakan lembar kerja yang harus dikerjakan. Lembar kerja ini berisi muatan sesuai kompetensi dasar dan kompetensi inti yang harus diselesaikan oleh siswa. Pada kelas tinggi proyek yang dikerjakan siswa disesuaikan dengan muatan mata pelajaran. Misal siswa belajar membuat laporan proyek kebersihan rumah dalam mata pelajaran bahasa Indonesia, siswa belajar lingkungan biotik abiotik pada pelajaran IPA, dan seterusnya sampai mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya terjangkau semua. Setiap hari siswa cukup mengerjakan satu tugas untuk satu atau maksimal dua mata pelajaran saja.

Model Kurikulum Membantu Pekerjaan Orangtua di Rumah ini diklaim akan menimbulkan rasa senang bagi orangtua dan siswa. Selain ringan untuk siswa, orang tua juga akan merasakaan manfaat yang besar karena kebersamaan dengan siswa di rumah menjadi lebih bermakna. Bagi guru, memberikan tugas proyek dalam 1 minggu juga memberi keuntungan karena seluruh mata pelajaran bisa dijangkau. Ketika pembelajaran moda daring tidak dapat dilaksanakan maka tugas diberikan secara luring dengan cara siswa mengambil tugas di awal minggu untuk dikerjakan di rumah.

Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana guru mengadakan penilaian terhadap Kurikulum Membantu Orang Tua di Rumah ini? Guru dapat menilai hasil kegiatan siswa di rumah dari lembar kerja yang dikerjakan dan dikirim kepada guru, dokumen lain berupa foto atau video aktivitas siswa di rumah juga dapat menjadi bahan yang dinilai. Laporan hasil pekerjaan siswa bisa dikirim lewat whatsapp setiap hari, atau jika tidak memungkinkan maka siswa dapat mengirim hasil pekerjaannya seminggu satu kali sekalian mengambil tugas untuk minggu berikutnya. Harapan yang besar dari penerapan Kurikulum Membantu Orang Tua di Rumah ini adalah keberadaan pendidikan di sekolah semakin dirasakan oleh orangtua di rumah sekaligus mengembangkan pendidikan life skill yang kontekstual.

Materi kurikulum membantu orangtua ini telah di diseminasikan dalam kegiatan Sosialisasi Program Belajar Dari Rumah (BDR) Dan Penyusunan Program Pembelajaran Di Masa Pandemi Covid-19 beberapa hari yang lalu kepada guru – guru Sekolah Dasar di wilayah Kabupaten Banjarnegara termasuk guru - guru di Kecamatan Susukan.

Disarikan dari tulisan asli dengan beberapa perubahan.

(Huma di Lembah Serayu, 09 Juli 2020)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Sangat bermanfaat. Makasih pencerahannya.

09 Jul
Balas



search

New Post