Surat Untuk Sahabatku
#tantangan Hari ke-4
#tantanganGurusiana
Kutulis surat ini
kala malam kian sunyi dan sepi
Ketika samar-samar ku dengar kabarmu
tentang engkau dan tanah kelahiranmu
Antara nyata dan mimpi
Sedu sedan tangismu mengiringi
Kutulis surat ini
kala guncangan pada bumi
memporak porandakan pulaumu
hingga desahmu terdengar kelu dan pilu
dan ceritamu mengalir dalam sedu sedan
tentang ketakutan dan kepanikan
Sejak malam itu
tak kudengar lagi suaramu
bahkan ketika angin membawa pesanku
tak ada lagi kabar tentangmu
Lihatlah sahabat
seekor burung gagak hitam pekat
menari-nari mengepakkan sayapnya
menjatuhkan selembar bulu hitamnya
apakah ini pertanda?
Surat ini kutulis
Saat tanah merah masih basah oleh gerimis
dan tubuhmu tertimbun di dalamnya
tanpa nisan tanpa nama
dan aku terus mencari kabarmu
di tanah Lombok kelahiranmu
(Ajamu, 25 Agustus 2018 #Moonlight)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Mantap...sedih ...dan menyentuh
Mantul