Selamat Tinggal Nilai, Selamat Datang Usia
Selamat Tinggal Nilai, Selamat Datang Usia
Oleh : Efrie Leistarie
Sejak sore tadi hati ibu Ika tak karuan. Ia merasa bingung dengan kebijakan pemerintah saat ini. Beberapa kali diceknya layar gawai sebagai media pendaftatan yang dilakukan secara online. Tak hanya bu Ika, ada banyak kawan anaknya yang tahun ini lulus harus menanggung kecewa. "Gimana, udah ada kabar belum masuk dimana anak-anak kita?, tanya bunda Rani di grup wa. Pertanyaan dan kekhawatiran terus memenuhi pesan di gawai. Ada yang menyahut, "anakku kepental Mam".
Apa yang dirasakan ibu Ika juga sama yang dialami oleh saya. Ingin marah rasanya dengan perubahan kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Entah apa maksud semua ini? Sebagian besar di kelas VI yang di kelas banyak yang muda. Hanya yang tertinggal kelas saja satu orang bisa masuk secara syarat usia. Belum lagi, Ibu wali kelas yang terus dimintai keterangan apa yang sebaiknya dilakukan. Ibu guru pun hanya bisa mengatakan itu semua sudah menjadi keputusan pemerintah.
Semua memang ada kelebihan dan kekurangan. Namun rasanya tak bijak jika mengenyampingkan semua usaha siswa dalam melalui kelulusan mereka. Hanya sekedar usia yang lebih tua maka mereka yang berhak untuk lebih dulu masuk di bangku sekolah negeri. Bukan lagi karena prestasi pencapaian mereka. Bukan lagi dari usaha dan semangat mereka selama di sekolah. Sungguj sebuah kebijakan yanh tidak masuk akal.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar