Yang Benar Hutang Apa Utang?
Ketika menuliskan sebuah kata, kadang orang mengalami keraguan. Keraguan tersebut terjadi karena ada dua penulisan yang berbeda, sementara dia merasa bingung untuk menentukan mana penulisan yang benar.
Contohnya penulisan kata utang. Orang sering mengalami keraguan sehingga menuliskannya hutang. Padalah menurut KBBI, penulisan kata yang benar dan yang memiliki makna adalah utang. Begitu pula kata imbau dan isap yang sering ditulis himbau dan hisap.
Jika Anda mengalami keraguan seperti itu, buka saja KBBI. Di situ Anda akan mendapati penjelasan yang memadai tentang penulisan kata yang baku. Salam literasi! [*]
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Terimakasih, Pak Edi. Ilmu lagi, alhamdulillah. Bukan Himbauan melainkan imbauan.
Betul, Bu. Sama-sama, Bu.
Saya sudah pasang KBBI 5 di gawai tapi kadang ketika menulis lupa membukanya. Terima kasih sudah diingatkan. Sugeng enjang Pak, mugi tansah pinaringan saras saha berkah...
"Jangan lupakan daku," kata KBBI. Sugeng enjang ugi, Bu Lupi. Amin.
Alhamdulillah, terimakasih Pak Edi. Waah...judul saya harus segera diedit. Sekali lagi, jazakallah khoir untuk ilmunya. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, Pak.
Sama-sama, Bu. Salam sehat dan sukses juga untuk Bu Raihana.
Itulah salah satu dilema guru bahasa Indonesia pak Edi, beberapa kata dianggap benar pdhl salah dan juga sbliknya....
Iya, Bu. Tapi usahan untuk mengetahui yang benar, Bu.
Alhamdulillah, dapat ilmu lagi pagi ini. Betul sekali, terkadang karena sudah terbiasa dengan ungkapan itu, jadi seakan sudah benar. Terima kasih
Alhamdulillah... Iya, Bu. Hendaknya kita tidak menganggap yang sudah biasa itu pasti baik dan benar, tapi biasakanlah melakukan hal-hal yang baik dan benar.
Wah..Terima kasih sudah diberi pengetahuan yang terkadang terlewatkan..Barakallah Pak Edi...
Sama-sama, Bu Rini. Meski hanya sedikit semoga ada manfaatnya. Amin.
Sudah biasa himbau rupanya imbau, yang begini ini lengkat terus ilmunya. Terima kasih Pak....Barakallah
Iya, Pak. Saling berbagi, meskipun hanya sedikit.
Terimakasih untuk ilmunya pak. Barokalloh fii 'ilmik ^_^
Sama-sama, Bu Asri. Semoga bermanfaat.