MERAJUT KASIH YANG HILANG
RENUNGAN
==========
"Tanpa terasa sudah 38 tahun lebih Mereka berpisah, hari ini Allah pertemukan mereka di sebuah rumah sahabat mereka dengan penuh rasa kekeluargaan dan persahabatan yang kuat.
Dikala tahun 1986 mereka bersama dalam mengarungi perjuangan panasnya kota Padang untuk menapaki masa depan dengan penuh keakraban dan persaudaraan. Membingkai kasih dengan penuh semangat tanpa membedakan latar belakang sosial, asal daerah dan keadaan ekonomi kkeluarga mereka.
Di kala itu tak terlihat raut wajah kepedihan dan kesusahan kehidupan mereka, karena hanya satu tujuan untuk menyelesaikan pendidikan Sarjana mereka demi masa depannya dan tekad membahagiakan orang tua dan modal masa depan dalam kehidupan mereka dan keluarga. Semua itu dapat dijalani berkat kekompakan dan kebersamaan, saling membantu, serta saling berbagi, baik ilmu maupun materi.
Di hari ini, Ahad 02022020, mereka putar jarum jam ke belakang, mereviu satu persatu nostalgia masa di kampus baik tentang keindahan, keceriaan, kebahagiaan, juga tentang kesusahan dan kegetiran hidup semasa kuliah.
Terasa sesak di dada, buliran air mata pun tergenang tanpa terasa dengan rasa keharuan dalam hati masing-masing mereka menyintak kalbu mengenang kembali perjuangan menyelesaikan perkuliahan : ada yg menuturkan suka duka dengan dosen dan pembimbingnya, ada yang menuturkan dia hrs bekerja disamping kuliah, bahkan menjadi pelayan restoran, sopir angkut dan menarik becak, ada juga yang menuturkan 5 hari tidak makan nasi hanya dengan supermi, ada yang menuturkan dan jadi kuli bangunan serta ada yang menuturkan harus menjadi tukang masak, bertani, dan lain sebagainya.
Kesimpulannya, pekerjaan mereka yang seharusnya belum sewajarnya dilakukan oleh seorang yang masih di bangku kuliah tapi harus dilakukan demi bisa menyelesaikan kuliah mereka dengan mengenyamping rasa malu atau pun gengsi dan lelah sebagai seorang pemuda/pemudi di kala ituππ
Seiring dengan berjalannya waktu akhirnya mereka bisa juga menyandang gelar Sarjana (S1) yang dikala itu masih langka di kampung mereka. Secercah harapan sudah mulai menguak, seuntai niat sudah mulai terkabulkan, seuntai tekad untuk merobah nasib, dengan segala upaya dan doa mereka pun terjun dalam percaturan kehidupan sosial di berbagai bidang dan disiplin ilmu serta kehidupan berumah tangga sebagai fitrahnya manusia.
Dengan terus berjalannya waktu dan bertukarnya zaman mereka menyadari........
Ternyata benar apa kata pepatah 'berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian'.
Mereka hari ini sudah menerima hasil kerja keras dan ketekunan mereka, sudah bisa hidup layak dan Setidak mereka tidak akan mau mengulangi sejarah itu lagi terhadap anak2 dan keturunan mereka....cukuplah mereka yang merasakan kegetiran kehidupan kota tanpa hidup bersama orang tua dan keluarga, secuil do'a itu mereka panjatkan kepada sang Khaliq ππ
Tiada henti-hentinya terlontar dari bibir mereka ucapan Syukur pada yang pemberi dan perobah nasib hambaNya. Dan berterima kasih pada orang tua dan para sahabat-sahabatnya....
Mereka tidak akan kufur nikmat.......
Semoga jalinan kasih ini tidak akan terputus selamanya sampai akhir hayat walau mereka dipisahkan oleh jarak dan waktu, tidak akan terpisahkan oleh perbedaan strata sosial dan kedudukan di antara mereka, karena mereka masih merasakan seperti 38 tahun silam, Seperti tidak berbedanya mereka dikala itu.
Semoga.....
Sekelumit kesan secercah kenangan dalam menjalani lika-liku hidup untuk menggapai suatu impian dan cita-cita menuju masa depan yang gemilang. Perjuangan dan doa yang mengandung deraian air mata serta cucuran keringat, telah berganti dengan kristal-kristal kebahagiaan yang menjadi kebanggaan anak-cucu...
Selamat melanjutkan perjuangan sahabat2 terbaikqu, semoga bisa menikmati hari-hari selanjutnya dengan senyuman dan rasa optimis yang tinggi, semoga mentari masih tetap bersinar..Semangat, semangat, dan semangat...
Semoga rasa persaudaraan di antara kita semakin erat dan berkah dan tetap meningkatkan kepekaan sosial di sisa-sisa masa kehidupan ini..Aamiin yaa Allah....
"KEBAHAGIAAN MU ADALAH KEBAHAGIAAN MEREKA ALUMNI FAKSYAR '86"
#muhasabahdiri#
Padang, 02022020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Mengharukan .. kehidupan penuh makna. Cerita ini sama yang dialami oleh orang yang tersayangku..hehe. kuliah sambil jd pelayan restoran..tukang pencuci goni... sehat dan sukses selalu da..
Hee.. Ini juga cerita uda efi.. Pelayan restoran juanda
Iyo da? ....dair kan pelayan restoran kubang M.Yamin..