MEMBANGUN BUDAYA MEMBACA MELALUI READING RECORD
Minat membaca dapat diartikan sebagai keinginan atau kecenderungan terhadap sesuatu. Jadi, minat baca adalah kecenderungan seseorang untuk membaca. Sedangkan budaya adalah pikiran atau akal budi yang tercermin di dalam pola piker, sikap, ucapan, dan tindakan seseorang di dalam hidupnya (Sutarno NS, 20067: 27).
Baca atau membaca adalah melihat serta memahami isi yang tertulis baik lisan maupun dalam hati. Membaca sebagai suatu proses yang dilakukan serta digunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yuang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis (Tarigan, 1994: 7).
Berseminya budaya baca di sekolah adalah kebiasaan membaca, sedangkan kebiasaan membaca terpelihara dengan tersedianya bahan bacaan yang baik, bervariasi, menarikm, memadai, dan bermutu di perpustakaan. Oleh karena itu, minat dan budaya membaca peserta didik di sekolah dapat dipahami sebagai suatu keinginan yang bersifat dinamis disertai dengan ikhtisar untuk memperoleh sebuah informasi atau pengetahuan.
Menurut Sutarno, NS (2006: 29) mengemukakan bahwa faktor-faktor yang mampu mendorong bangkitnya minat baca masyarakat, yaitu:
a. rasa ingin tahu yang tinggi atas fakta, teori, prinsip, pengetahuan, dan informasi;
b. keadaan lingkungan fisik yang memadai, dalam arti tersedianya bahan bacaan yang
menarik, berkualitas, dan beragam;
c. keadaan lingkungan sosial yang lebuh kondusif, artinya menciptakan iklim yang
selalu memanfaatkan waktu untuk membaca;
d. rasa haus informasi, rasa ingin tahu, terutama yang aktual;
e. berprinsip hidup bahwa membaca merupakan kebutuhan rohani.
Faktor-faktor tersebut hendaknya selalu terpelihara melalui sikap atau komitmen dalam diri, bahwa membaca dapat memperoleh keuntungan yang sangat besar dalam kehidupan. Oleh karena itu, membaca harus menjadi kebutuhan hidup dan budaya masyarakat.
Reading Record (RR)
1. Definisi Reading Record
Reading Record (RR) diciptakan dengan tujuan untuk mengukur tingkat kegemaran membaca seseorang secara mudah dan akurat (Peng Kheng Sun, 2010: 132). Kini penggunaan RR semakin populer, dan menurut pengamatan serta wawancara dengan para siswa yang telah membuat RR, ternyata dapat membangun budaya membaca.
Reading Record (RR) merupakan cara tepat untuk meningkatkan kegemaran membaca sekaligus meningkatkan keefektifan membaca. Selain itu, RR bisa menjadi alat untuk mendokumentasi kegiatan membaca. Dengan membuat RR, orang akan mengetahui secara persis jumlah dan judul buku yang sudah dibacanya.
2. Manfaat Membuat Reading Record (RR)
Dengan membuat RR, siswa bisa mendapatkan berbagai manfaat sebagai berikut.
a) Mendokumentasi Kegiatan Membaca
Dengan membuat RR, siswa akan tahu buku-buku yang sudah pernah dibaca, jumlah koleksi buku, dan tingkat kegemaran membaca siswa yang bersangkutan. Dengan mendokumentasi kegiatan membaca, RR bisa menjadi alat untuk merangsang minat baca siswa. Semakin tinggi minat siswa dalam membaca, akan memengaruhi secara positif kemampuan membacanya.
b) Memudahkan Distribusi Informasi Buku
Dengan menggunakan RR siswa bisa mendistribusikan informasi tentang judul-judul buku yang sudah dibacanya kepada pihak lain yang mungkin membutuhkannya. Sebaliknya, siswa juga bisa melihat RR pihak lain untuk mencari informasi judul buku-buku atau artikel yang diperlukan. Dengan adanya RR, penyebaran informasi judul-judul buku menjadi sangat praktis dilakukan oleh siapa saja.
c) Memudahkan Menemukan Referensi
Dengan membuat RR, siswa dengan mudah menemukan berbagai referensi bacaan yang diperlukan untuk menulis berbagai macam tulisan.
d) Mengukur Minat Baca
Dalam RR siswa bisa melihat seberapa banyak jumlah judul dan jumlah halaman buku yang sudah selesai dibaca. Jika jumlah judul buku yang dibaca masih sedikit, siswa perlu berusaha untuk membaca buku lebih banyak lagi. Oleh karena itu, dengan membuat RR, siswa menjadi tahu apa yang harus dilakukan terhadap minat bacanya.
e) Merangsang Minat Baca
Dengan membuat RR, siswa menjadi lebih termotivasi untuk membaca lebih banyak. Siswa ingin skor RR terus meningkat. Para siswa hendaknya berlomba-lomba untuk memiliki skor RR yang paling tinggi. Dengan demikian, RR tidak hanya merangsang minat baca siswa secara individu, melainkan juga secara kolektif.
f) Meningkatkan Kemampuan Apresiasi Terhadapa Bacaan
Dengan membuat RR, kemampuan siswa menilai buku akan lebih terasah. Siswa bisa membedakan mana buku yang berkualitas dan mana yang hanya ditulis secara asal-asalan.
g) Berfungsi seperti Curriculum Vitae (CV)
RR merupakan salah satu data diri seperti curriculum vitae (CV), yakni catatan tentang buku yang sudah pernah dibaca siswa. RR menunjukkan jenis buku yang menjadi minat siswa dan seberapa banyak siswa telah membacanya.
h) Mencatat Jumlah Buku Koleksi
RR juga berfungsi untuk mencatat jumlah buku koleksi siswa, termasuk menunjukkan buku-buku yang belum selesai dibaca. Buku yang sudah selesai dibaca diberi tsiswa angka 1, sedangkan buku yang belum selesai dibaca bisa diberi tsiswa angka 0 atau tidak diisi. Dengan cara ini, siswa tahu persis tingkat keaktifan membacanya.
i) Memetakan Ragam Bacaan
Siswa bisa membuat beberapa RR sesuai dengan jenis bacaan. Misal, siswa bisa membuat RR tentang buku pemasaran, kreativitas, menulis, umum, dan sebagainya. Kemudian, siswa membuat rekapitulasi RR. Dengan demikian, siswa bisa memetakan secara jelas berbagai ragam bacaan yang dibaca siswa. Siswa bisa menganalisis ragam bacaan yang kurang dibaca.
3. Cara Membuat Reading Record (RR)
Cara membuat RR sangat sederhana sehingga mudah dilakukan oleh siswa. Berikut ini adalah langkah-langkah membuat RR:
► Buatlah sebuah tabel dengan sepuluh kolom dan masing-masing kolom ditulis; Nomor, Judul Buku, Cek, Nilai, Halaman, Penulis, Penerbit, Tahun Terbit, Tahun Koleksi, Rp.000,- Kolom-kolom di baris paling atas dan paling bawah digabung jadi satu.
► Tulislah nama siswa dan jenis RR (buku umum atau buku khusus) di baris pertama. Jika siswa belum memiliki koleksi buku yang banyak, gunakan RR buku umum. Namun jika koleksi buku yang siswa baca banyak, buatlah RR buku khusus untuk masing-masing topik buku.
► Isilah kolom Nomor dengan nomor urut dari angka 1, 2, 3…dan seterusnya untuk buku-buku koleksi pribadi. Nomor urut terakhir menunjukkan jumlah buku koleksi Siswa. Untuk buku pinjaman nomor urut dikosongkan saja atau diblok dengan warna abu-abu.
► Isilah kolom Judul Buku dengan judul-judul buku koleksi Siswa
► Isilah kolom Cek dengan angka 1 jika sudah dibaca, dan biarkan kosong atau diblok dengan warna abu-abu jika belum dibaca.
► Isilah kolom Penilaian dengan penilaian Siswa terhadap buku yang sudah selesai dibaca dengan salah satu dari huruf A (Sangat Memuaskan), B (Memuaskan), C (Biasa), D (Tidak Memuaskan), E (Sangat Tidak Memuaskan). Untuk buku yang belum dibaca, kolom ini kosongkan saja atau diblok dengan warna abu-abu..
► Isilah kolom Halaman dengan jumlah isi halaman buku yang dibaca, yakni dari halaman 1 sampai halaman terakhir. Halaman dengan angka romawi tidak dihitung. Untuk buku yang belum dibaca, kolom ini kosongkan saja atau diblok dengan warna abu-abu..
► Isilah kolom Penulis dengan nama penulis buku tanpa mencantumkan gelar penulis.
► Isilah kolom Tahun Terbit buku sesuai dengan tahun terbitnya.
► Isilah kolom Tahun Koleksi dengan tahun siswa memiliki buku tersebut.
► Isilah kolom Rp.000,- dengan harga buku dari penerbit (tanpa diskon).
► Buatlah rumus untuk menjumlahkan kolom Cek, Halaman, dan
Rp.000,-. Dengan demikian siswa akan tahu sudah berapa banyak buku yang dibaca, dan total berapa halaman yang sudah dibaca, serta sudah berapa banyak uang yang diinvestasikan untuk membeli buku.
► Gunakan perintah untuk memunculkan tanggal hari ini di baris paling bawah, sehingga setiap kali siswa mengeprint RR maka akan muncul juga tanggalnya yang terbaru. Printlah RR secara priodik, misal setiap semester.
Untuk lebih jelasnya, perhatikanlah contoh RR di bawah ini. Setiap selesai membaca buku, catatlah di RR seperti contoh di bawah ini.
REKAPITULASI READING RECORD
LUSI HIDAYATI
Buku
Buku
Jumlah
TOPIK BUKU
Koleksi
Dibaca
Hal Baca
1
Pendidikan
66
60
90%
17.357
2
Kepemimpinan
52
50
96%
11.209
3
Bahasa Indonesia
157
157
100%
28.864
4
Komputer
30
25
83%
6.153
6
Kreativitas
41
35
85%
8.794
7
Umum
74
60
81%
14.655
Jumlah
420
387
92%
87.032
10 Januari 2015
Berdasarkan uraian tersebut, maka Reading Record sangat efektif dalam membangun budaya membaca. Oleh karena itu, perpustakaan hendaknya selalu dikembangkan secara kreatif dan inovatif, sehingga dapat meningkatkan budaya membaca di kalangan sekolah.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar