Dony Gusrizal

Nama Dony Gusrizal, S.Si Lahir di Daerah Talang Tansaidi Kambang Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Saat ini beraktifitas di MAM Lakitan...

Selengkapnya
Navigasi Web
Rinduku Menyapa dalam Do'a

Rinduku Menyapa dalam Do'a

RINDUKU MENYAPANYA DALAM DO’A (3)

Oleh:

DONY GUSRIZAL, S.Si

Hari berikutnya mereka sama-sama merasakan keinginan yang sama, rasa yang sama, rindu ingin berjumpa, namum apalah daya tak mampu menggapai harapan yang jauh membetang diujung jalan. Namun langkah kaki membawa mereka pada suatu tempat, tempat yang istimewa, tempat orang-orang menunaikan penghambaan kepada sang khalik.

Lantunan azan kembali memanggil jiwa-jiwa yang terlena dalam kegiatan sehari-hari. Anto menepikan angkotnya di tempat yang sama, waktu pertama kali dia merasakan getaran yang berbeda. Begitupun dengan Afiq, melangkahkan kakinya menuju panggilan azan, berharap akan bertemu dengan seseorang yang menjadi tanda tanya, mengapa debaran ini begitu menyiksanya.

Begitupun dengan Rani dan Rina, langkah kaki membawa mereka menjemput panggilan Sholat. Mereka berempat berada pada tempat yang sama, namun tak saling menatap dan tak saling bertemu. Mereka hanya sibuk dengan panggilan shalat yang telah di kumandangan oleh sang muazin. Menjelang iqomah dikumandangkan Anto menebarkan pandangannya, ke depan ke samping ke belakang, berharap orang yang dicarinya hadir menghampiri doa-doa yang telah di lantunkannya kepada sang penguasa hati. Begitupun dengan Afiq, matanyapun sibuk mencari sosok laki-laki separuh baya yang membuat hatinya bergetar. Rina dan Rani juga merasakan hal yang sama, ketika langkah kakinya masuk ke masjid, ada suatu getaran yang membuatnya merasa ada sesuatu yang hilang dari dalam dirinya, ada seseorang yang mengambil separuh dari jiwanya.

Ketika Iqomah di kumandangkan, Anto melihat sosok pemuda yang dicari-carinya, namun dia tak bisa menghampirinya, karena banyak jamaah yang sholat disana. Begitu pun dengan Afik menjelang iqomah selesai dikumandangkan selintas bayangan Anto menarik matanya menghadap ke belakang, Afiq akhirnya melihat sosok laki-laki separuh baya yang dicarinya. Tiba-tiba ada kedamaian yang disarakan mereka ketika mereka telah bertemu dengan apa yang mereka cari, tapi sayang dua mata mereka belum sempat saling bertatapan. Mereka hanya berharap setelah sholat ini mereka bisa bertemu, dan saling mengenal satu dengan yang lain.

Setelah sholat selesai, mereka sama-sama saling mencari, namun terhalang dengan langkah-langkah jamaah lain yang ada di mesjid tersebut, Anto berusaha mencari ketempat pemuda tadi, begitupun dengan pemuda tersebut, namun mereka tak saling melihat. Akhirnya Afiq duduk di teras masjid sambil melemparkan pandangannya keseluruh ruangan masjid, namun tak menemukan apa-apa, tiba-tiba dari belakang ada suara menyapanya, “Assalammualaikum”. Afiq kaget dan tertegun sejenak, kemudian membalas salam yang disampaikan oleh Anto,”Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh”.

Mereka hanya saling menatap, tak ada kata yang terucap, mereka seolah-olah kehabisan kata-kata sehingga hanya diam seribu bahasa. Anto tersenyum, sambil menanyakan kabar Afiq, Afiq membalas senyuman tersebut dan menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh Anto. Ada kedamaian yang mereka rasakan ketika sentuhan tangan kedua nya dalam bersalaman, dan Afiq mencium tangan laki-laki separuh baya itu dengan lembut. Anto merasa terharu, hingga matanya mulai berkaca-kaca, namun ia tak mau terlalu hanyut dalam perasaannya saat itu.

Anto mencoba untuk bertanya kepada pemuda tersebut, “Adek namanya siapa? Dan berasal dari mana?” Afiq menyebutkan namanya dan asal daerahnya, tapi bukan kampung tempat dia dilahirkan, melainkan tempat kakeknya dimana dia dibesarkan. Nama yang persis seperti nama anaknya, namun daerah yang berbeda. Kemudian Anto bercerita tentang masa lalunya, “dulu bapak punya anak lak-laki, tapi sampai sekarang bapak tidak tahu dimana keberadaannya, situasi yang membuat kami terpisah, Namanya sama seperti adek, umurnya mungkin juga persis sama seperti adek. Ketika umurnya 2 tahun, kami dipisahkan oleh keluarga ibunya setelah ibunya meninggal sewaktu melahirkan adek kembarnya yang bernama Rani dan Rina”.

Seketika Afiq kembali mengingat akan masa kecilnya, dimana dia pernah kehilangan ibunya dan adek-adeknya. Matanya mulai berkaca-kaca mendengar kilas balik masa kecilnya, seketika suara lirih terdengan dari bibirnya Afiq, “Ibunya bernama Aliyah, bapakku bernama Anto dan adik-adiku bernama Rani dan Rina”. Seketika Anto Kaget bukan kepalang, mengapa pemuda ini bisa mengetahui segalanya.

Sambil menangis Afiq berkata “ini bapak?, aku Afiq pak! Anak Bapak”. Anto kadet mendengarnya, spontan saja mereka saling berpelukan, isak tangis diantara keduanya mulai pecah, orang-orang disekitarnya terpana melihat situasi yang seperti itu. Mereka meluapkan rasa rindu dan cintanya dengan saling berpelukan, anak yang telah lama dipisahkan sekarang kembali lagi kepangkuannya. Afiq pun juga demikian, Bapak yang selama ini tak pernah ditemukannya sekarang dalam dekapannya. Pemandangan yang mengharukan, membuat orang-orang yang ada di masjid terpana.

Bapak

Hadirmu membawa damai

Pelukmu menentramkan jiwaku

Senyummu membawaku hanyut dalam lembah ketenangan

Bapak

Dekap aku lebih erat

Genggam tanganku jangan kau lepas

Peluk aku dalam hangatnya tubuhmu

Damaikan aku bersama tawamu

Bapak

Hampa rasanya jiwa ini

Goyah tubuhku berdiri menginjak bumi

Tanpa adanya tubuhmu yang menopangnya

Bapak

Maafkan aku yang tak pernah mempu menemukanmu

Maafkan aku yang mengabaikanmu

Dalam ramai tetap sunyi yang aku rasakan

Tampa pelukanmu.

Kini dirimu hadir

Membawa separoh rasa yang hilang

Semoga damai menyertainya

Bersambung …………….. Pesisir Selatan, 11 Desember 2022

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Ya Allah, akhirnya mereka bertemu. Kereen

11 Dec
Balas

Hehhe, ya buk. Happy ending atau sad ending, tunggu ya buk!

12 Dec

Lanjut pak...keren...sehat dan sukses selalu

11 Dec
Balas

Makasih buk, atas kehadirannua, menambah semangat

12 Dec

Keren banget isi ceritanya Bapak. Semoga sehat selalu dan selamat berkarya

11 Dec
Balas

Makasih buk, slm literasi, tetap jadi inspirotor buk, semangat

12 Dec

Alhamdulillah, untuk hari ini

11 Dec
Balas



search

New Post