CUCU KESAYANGAN
Sebuah Pentigraf
Cucu Kesayangan
Oleh Diyah Ayu Wulandari
Idul Fitri telah tiba. Ya, hari ini adalah hari yang selalu aku tunggu .Aku senang bisa berkumpul bersama saudara dan tentunya bersama kakek dan nenekku.Sungguh hari yang sangat menyenangkankan bagiku.Kue lebaran bermacam jenis tersaji di atas meja tamu.Opor ayam juga sudah siap di dapur.Baju baru dari ibu sudah kupakai.
Aku bangun lebih cepat dari biasanya .Agar aku bisa segera mandi dan tidak terlambat shalat id. Kamar mandi di rumah kakek hanya satu. Sedangkan anggota keluarga kakek banyak. Lebih dari 20 orang ketika berkumpul di hari raya. Tapi, justru itu menjadi kerinduan setiap tahunnya.
Setelah shalat id, seluruh anggota keluargaku berkumpul di ruang tamu.Kami semua menunggu kakek dan nenek berbagai uang THR. Satu per satu kakek membagi uang kepada cucu-cucunya.Dimulai dari cucu yang paling kecil maju ke depan.Aku, cucu yang paling besar tentu mendapat giliran yang terakhir.Aku sabar menunggu.Semua cucu kakek sudah menerima THR semua.Sekarang tinggal aku yang belum menerima THR.Akhirnya aku di panggil juga untuk maju ke depan.Dengan senang hati aku menghampiri kakek.Aku bersalaman dengan kakek. Namun jabat tangan kakek tidak segera dilepas.Kakek berkata," *Rani kamu adalah cucu kesayangan kakek yang paling besar.Kamu harus iklas kalau tahun ini kakek tidak bisa memberi THR kepadamu.Karena Uang kakek habis."*
Bekasi 6 , November 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Waduh, sudah sabar menunggu, tahunya duit kehabisan. Gak pa pa, ditabung untuk tahun depan saja yah, hehehe.. Sukses dan barakallahu fiik
kasian Rani.... cucu terbesar harus bisa menerima nasib....
Waduh ... Kasian Rani. Tapi nga papa kan udah bertemu kakek dan nenek. Salam sukses selalu.