Pentigraf NASI PADANG BUATAN BAPAK (Hari Ke-55)
Kondisi finansial bapak sangat memprihatinkan karena seharian ia hanya mengangkut lima penumpang ojek. Padahal sebelumnya, ia bisa memperoleh lima belas penumpang. Aku dan adik-adikku harus menahan diri untuk meminta peralatan sekolah baru. Tahun ini aku masuk SMA, sedangkan adik masuk jenjang SMP.
Aku teringat akan janji bapak yang tak kunjung ditepati, yaitu membelikan nasi padang. Namun, aku tidak berani mengingatkan bapak akan janjinya itu, mengingat kondisi ekonomi keluarga sedang sulit. Ibu yang dulunya sebagai buruh, ikut terkena imbas PHK dari pabrik sepatu di kota. Kini ibu hanya di rumah, sesekali menerima permak sepatu. Ongkos permak yang diterima hanya dua puluh ribu per hari. Corona benar-benar membuat perekonomian kami terpuruk.
Siang ketika aku di SMP untuk mengambil ijazah, bapak menelpon. Ia memintaku untuk segera pulang karena hendak dimasakkan nasi padang yang dijanjikan bapak, bahkan sebelum badai corona datang. Kupacu sepeda miniku dan lanjut pulang. Belum sampai melepas seragam, kubuka tudung saji di dapur. Namun, aku mendapati sepiring nasi dengan lauk dua biji ikan asin. “Pak, katanya nasi padang. Ini cuma nasi dan ikan asin? tanyaku kecewa. Bapak menjawab, “Lha itu nasi padang Nduk. Padang dalam bahasa Jawa kan artinya terang polos nggak ada apa-apanya. Makanya cuma nasi dan ikan asin.” Rasa kecewaku pun berubah menjadi gelak tawa.
-Diandra Haqi, 25 Juli 2020-
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Pasti enak buatan bapak
Bagus pentigrafnya bu....... salam kenal
Padhang njingglang, hahaha..
Hahaha nasi padang ga pedas ya Bu,Mantul, salam literasi
Hehehehe... Luar biasa bpknya