Kehilangan Pasangan yang Sangat Berarti (Hari Ke-73)
Tohir bekerja menjadi pengemudi ojol selama tiga tahun lamanya. Tiga tahun pula sang istri, Yayuk pergi ke Taiwan untuk mengadu nasib demi melunasi utang keluarga. Tohir tidak mau terus-menerus dituduh sebagai suami tak tahu malu karena mendapat jatah bulanan dari Yayuk. Oleh karena itu, Tohir nekat menjadi sopir ojol.
Awal Agustus merupakan lembaran baru bagi Tohir karena jasanya sudah banyak diperlukan dan terbuka luas sejak diberlakukan tatanan normal. Setidaknya, ia bisa membawa sepuluh penumpang sehari.
Penumpang Tohir kali ini adalah seorang ibu lanjut usia. Di sela perjalanan, ia berkeluh kesah, kepada Tohir mengenai perjuangan membesarkan anak-anak hingga sukses. Sampai akhirnya hujan turun dan Tohir berhenti di depan ruko yang telah tutup. Ia membuka jok motor dan mendapati jas hujan setelan yang ternyata hanya celananya saja. Lantas, dengan penuh sesal ia bilang kepada ibu tua itu jika jas hujannya kehilangan pasangan yang sangat berarti, yaitu tanpa atasan. Dengan ekspresi kecewa, ibu itu meminta Tohir untuk menunggu hujan reda.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar